Tanah Datar, MP----- Pembangunan infrastruktur jalan dan jembatan menjadi salah satu bagian penting dalam upaya Pemerintah Provinsi Sumatera Barat meningkatkan konektivitas antarwilayah, memperlancar mobilitas masyarakat, sekaligus mendukung aktivitas ekonomi. Salah satunya melalui pekerjaan Penggantian Jembatan Panti (P.070) yang dilaksanakan Dinas Bina Marga, Cipta Karya dan Tata Ruang (BMCKTR) Provinsi Sumatera Barat.
Berdasarkan papan informasi proyek di lokasi, pekerjaan tersebut berada di Kabupaten Tanah Datar dengan Nomor Kontrak 62/90/KTR-PGNT-P.070-BM/2026, tertanggal 9 Juli 2026. Nilai kontrak tercatat sebesar Rp11.030.583.575, dengan waktu pelaksanaan 173 hari kalender dan dilaksanakan oleh CV Nadha Permata.
Pantauan di lokasi, Rabu (30/9/2026), proses pekerjaan terus berjalan. Konsultan Pengawas dari CV Abata Karya Nusa Konsultan, Hendra Agus, mengatakan pekerjaan telah memasuki sekitar 12 minggu pelaksanaan.
Menurut Hendra, dari aspek mutu, pekerjaan sejauh ini masih berjalan sesuai rencana dan material yang digunakan telah mengacu pada spesifikasi teknis yang ditetapkan dalam pekerjaan.
“Kualitas pekerjaan masih sesuai dengan rencana pekerjaan. Material yang digunakan sesuai dengan spesifikasi teknis yang ditentukan,” ujar Hendra kepada wartawan di lokasi, Rabu (30/9/2026).
Ia menyebutkan, dari sisi capaian fisik, progres pekerjaan bahkan berada di atas rencana yang telah ditetapkan dalam jadwal pelaksanaan.
“Bobot pekerjaan masih sesuai dengan rencana kerja. Progres kita plus dari rencana kerja,” katanya.
Tidak Ada Kendala di Lapangan
Hal senada disampaikan Edi Andria, Humas CV Nadha Permata selaku pelaksana pekerjaan. Ia mengatakan kegiatan konstruksi masih berlangsung mengikuti time schedule yang telah disusun oleh tim pelaksana.
“Pekerjaan berproses sesuai dengan time schedule. Sampai hari ini tidak ada kendala di lapangan,” kata Edi.
Kondisi tersebut menunjukkan bahwa pelaksanaan pekerjaan tidak hanya dituntut mengejar capaian fisik, tetapi juga harus mempertahankan kesesuaian mutu dengan dokumen perencanaan dan spesifikasi teknis.
Dalam pembangunan jembatan, aspek kualitas menjadi penting karena konstruksi tersebut nantinya berfungsi sebagai bagian dari jaringan jalan yang digunakan masyarakat dalam jangka panjang. Karena itu, capaian progres yang berada di atas rencana perlu berjalan beriringan dengan pengendalian mutu, keselamatan kerja dan kesesuaian konstruksi.
Masyarakat Ikut Mengawal Mutu
Dukungan terhadap pelaksanaan pembangunan juga datang dari masyarakat sekitar. Ketua Pemuda Fiki menyampaikan bahwa keterlibatan masyarakat dalam kegiatan proyek cukup tinggi.
Ia mengapresiasi sikap kooperatif pihak perusahaan dalam melibatkan warga setempat selama pekerjaan berlangsung.
“Alhamdulillah, pihak perusahaan kooperatif. Keterlibatan masyarakat sangat tinggi. Rata-rata pekerja warga setempat, kecuali pekerjaan yang bersifat teknis,” ujar Fiki kepada wartawan di lokasi.
Menurutnya, keterlibatan masyarakat lokal memberikan manfaat langsung bagi lingkungan sekitar, terutama melalui kesempatan kerja selama proses pembangunan berlangsung.
Namun, Fiki juga menekankan bahwa manfaat ekonomi tersebut harus tetap diikuti dengan perhatian terhadap kualitas pekerjaan.
“Karena ini untuk masyarakat juga, mutu harus sesuai spek supaya bertahan lama. Itu sudah kami sampaikan kepada pihak perusahaan,” katanya.
Infrastruktur untuk Kepentingan Jangka Panjang
Pembangunan dan penggantian jembatan merupakan bagian dari upaya pemerintah daerah menjaga konektivitas jaringan jalan provinsi. Infrastruktur yang baik diharapkan mampu memberikan akses transportasi yang lebih aman dan mendukung kelancaran pergerakan orang maupun barang.
Dalam konteks pembangunan daerah, keberadaan jembatan tidak hanya berkaitan dengan konstruksi fisik. Infrastruktur tersebut juga berhubungan dengan aktivitas sosial dan ekonomi masyarakat, termasuk akses menuju pusat pelayanan, kawasan permukiman, sentra produksi dan jalur distribusi.
Karena itu, pengawasan terhadap pelaksanaan pekerjaan menjadi bagian penting agar pembangunan yang menggunakan anggaran pemerintah memberikan manfaat secara optimal dan memiliki daya tahan sesuai umur rencana.
Pantauan lapangan menunjukkan pelaksanaan pekerjaan Penggantian Jembatan Panti P.070 masih berlangsung dengan klaim progres berada di atas rencana kerja. Konsultan pengawas menyatakan kualitas dan material masih sesuai spesifikasi, sementara pihak pelaksana menyebut belum terdapat kendala berarti di lapangan.
Di sisi lain, masyarakat sekitar berharap pembangunan tersebut benar-benar menghasilkan infrastruktur yang berkualitas, aman dan dapat dimanfaatkan dalam jangka panjang.
(Mp)
