-->

Notification

×

Iklan

Iklan Display

Wartawan Telusuri Mobil Tangki Maut Pekonina, Elnusa: Armada Kami Merah-Putih

Jumat, 04 September 2026 | September 04, 2026 WIB | 0 Views Last Updated 2026-09-04T08:31:49Z

Candra memberikan penjelasan kepada wartawan terkait armada tangki BBM resmi. Penelusuran status mobil tangki BBM Pekonina terus dilakukan untuk memastikan informasi secara resmi.


Padang, MP----- Teka-teki status mobil tangki BBM yang menabrak sepeda motor hingga menewaskan satu orang dan menyebabkan dua korban lainnya luka berat di Pekonina, Kabupaten Solok Selatan, belum sepenuhnya terjawab.


Kecelakaan maut yang terjadi pada Sabtu malam, 15 Agustus 2026, di depan Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) Pekonina itu kini tidak hanya menyisakan persoalan kecelakaan lalu lintas, tetapi juga pertanyaan mengenai status kendaraan dan perusahaan transportir yang mengoperasikannya.


Sejumlah wartawan melakukan penelusuran untuk mendapatkan kepastian apakah mobil tangki tersebut merupakan armada resmi yang berada dalam jaringan distribusi BBM Pertamina atau kendaraan yang berada di luar jaringan tersebut.


Upaya konfirmasi dilakukan dengan mendatangi Kantor Unit PT Elnusa yang berada di lingkungan Depot Pertamina Teluk Kabung, Jalan Raya Padang–Painan Kilometer 24, Jumat (4/9/2026).


Di lokasi, wartawan diterima Susi Angraeni, Pengawas Administrasi PT Elnusa, didampingi Clara dari bagian HRD.


Wartawan menyampaikan maksud kedatangan untuk meminta keterangan mengenai perusahaan transportir dan status armada tangki BBM yang menjadi objek penelusuran.


Susi mengatakan, persoalan tersebut sebaiknya dikonfirmasi langsung kepada pimpinan, Irawan. Namun saat wartawan datang, Irawan disebut sedang berada di workshop karena mengikuti suatu kegiatan.


“Kalau nanya-nanya sebaiknya dengan pimpinan, Pak Irawan, tapi beliau sedang di workshop ada acara. Dan yang lain belum ada yang bisa mendampingi. Memang satu pintu melalui Pak Irawan,” ujar Susi.


Susi juga menyampaikan bahwa dirinya tidak memiliki kewenangan memberikan informasi mengenai data transportir secara rinci.


Wartawan kemudian meminta bantuan agar pimpinan dapat dihubungi dan memastikan apakah bersedia memberikan keterangan. Setelah Susi dan Clara masuk ke ruangan, muncul Candra yang mengaku sebagai bagian dari tim keselamatan.


Dalam percakapan dengan wartawan, Candra menyebut pihaknya mengetahui adanya informasi mengenai mobil tangki BBM yang berada di luar kewenangan mereka.


“Sering dengar dari media juga, dan hal itu di luar kendali kami. Ada mobil tangki BBM warna biru putih di luar wewenang kami. Kami hanya mobil tangki BBM warna merah putih,” katanya.


Menurut Candra, mobil tangki berwarna biru-putih berada langsung di bawah masing-masing perusahaan transportir dan tidak masuk dalam ranah kewenangan pihaknya.


“Warna biru putih itu langsung di bawah transportir masing-masing, dan kalau itu bukan dalam ranah kami,” ujarnya.


Candra kemudian menyebut beberapa perusahaan yang diketahuinya sebagai transportir resmi, yakni PT KJA, PT PAP, PT Husba, PT Alfa dan PT Tegas.


Meski demikian, keterangan tersebut belum menjawab secara spesifik apakah mobil tangki yang terlibat kecelakaan Pekonina merupakan armada salah satu perusahaan tersebut.


Konfirmasi ke Pertamina Belum Berbuah Klarifikasi


Penelusuran wartawan kemudian berlanjut ke pihak Pertamina di kawasan Depot Teluk Kabung.


Wartawan berkomunikasi dengan petugas keamanan bernama Hikbal untuk menyampaikan maksud konfirmasi terkait status kendaraan dan kemungkinan keterkaitannya dengan distribusi BBM resmi.


Pada awalnya, wartawan memperoleh informasi bahwa kedatangan mereka telah disampaikan kepada pihak kantor. Karena waktu bertepatan dengan pelaksanaan salat Jumat, wartawan kemudian memutuskan menunggu dan melanjutkan konfirmasi setelah salat Jumat.


Namun setelah salat Jumat, jawaban yang diterima berubah. Hikbal menyampaikan bahwa konfirmasi terkait pemberitaan diminta disampaikan secara tertulis.


Perubahan tersebut membuat awak media mempertanyakan mekanisme komunikasi yang sebelumnya telah diarahkan untuk dilanjutkan setelah salat Jumat. Karena tidak mendapat kesempatan bertemu langsung dengan pihak yang memiliki kewenangan memberikan penjelasan, wartawan akhirnya meninggalkan lokasi tanpa memperoleh klarifikasi substantif dari Pertamina Teluk Kabung.


Sejumlah Pertanyaan Masih Terbuka


Penelusuran ini menyisakan sejumlah pertanyaan yang membutuhkan jawaban resmi. Di antaranya, siapa pemilik mobil tangki yang terlibat kecelakaan, perusahaan transportir yang mengoperasikannya, serta apakah kendaraan tersebut terdaftar sebagai armada resmi dalam jaringan distribusi BBM Pertamina.


Selain itu, asal muatan BBM, tujuan pengiriman, dokumen pengangkutan, dan status legal kendaraan juga perlu dipastikan berdasarkan data resmi.


Keterangan mengenai perbedaan identitas atau warna kendaraan tidak dengan sendirinya membuktikan bahwa sebuah kendaraan ilegal ataupun resmi. Kepastian mengenai hal tersebut harus didasarkan pada dokumen, data perusahaan dan keterangan dari pihak yang berwenang.


Karena itu, pemberitaan ini tidak dimaksudkan untuk memberikan label atau kesimpulan terhadap pihak tertentu. Seluruh informasi masih ditempatkan sebagai bagian dari proses verifikasi jurnalistik.


Kecelakaan Pekonina sendiri telah menimbulkan korban jiwa. Karena itu, keterbukaan informasi mengenai kendaraan yang terlibat menjadi penting bagi publik, terlebih apabila terdapat pertanyaan mengenai status transportir dan muatan yang dibawanya.


Redaksi berharap Pertamina Patra Niaga, PT Elnusa, perusahaan transportir yang disebut maupun kepolisian dapat memberikan penjelasan resmi sehingga persoalan tersebut tidak berkembang menjadi spekulasi di tengah masyarakat.


Hingga berita ini diterbitkan, redaksi tetap membuka ruang klarifikasi dan hak jawab bagi seluruh pihak yang berkepentingan sebagai bagian dari prinsip keberimbangan dan profesionalisme jurnalistik.

(Red/TimASANTARA)



×
Berita Terbaru Update