![]() |
| Bupati Eka Putra membahas rencana revitalisasi Benteng Van der Capellen bersama perwakilan Kementerian Kebudayaan RI. |
Batusangkar, MP----- Pemerintah Kabupaten Tanah Datar, Sumatera Barat, merencanakan revitalisasi Benteng Van der Capellen di Batusangkar menjadi museum perjuangan. Langkah ini diharapkan mampu menjaga warisan sejarah, memperkuat edukasi kebudayaan, sekaligus mengembangkan kawasan tersebut sebagai destinasi wisata sejarah yang bernilai bagi generasi mendatang.
Rencana itu dibahas dalam kunjungan lapangan Direktur Sarana dan Prasarana Direktorat Jenderal Pengembangan, Pemanfaatan dan Pembinaan Kebudayaan Kementerian Kebudayaan RI, Feri Arlius Dt. Sipado, yang diterima Bupati Tanah Datar Eka Putra di kawasan Benteng Van der Capellen, Selasa (13/10/2026).
Bupati Eka Putra mengatakan, kunjungan tersebut menjadi bagian dari persiapan pengembangan benteng yang berstatus cagar budaya nasional agar dapat difungsikan sebagai museum dengan konsep perjuangan.
Menurutnya, Benteng Van der Capellen yang dibangun pada 1822–1826 memiliki nilai sejarah penting bagi Tanah Datar. Karena itu, pelestariannya perlu diarahkan tidak hanya untuk mempertahankan bangunan fisik, tetapi juga menjaga ingatan kolektif masyarakat tentang perjalanan masa lalu daerah.
“Yang terpenting bagi kami adalah bagaimana sejarah ini tidak pernah dilupakan, sehingga generasi mendatang mengetahui seperti apa Tanah Datar pada masa dahulunya,” ujar Eka Putra.
Ia berharap, kehadiran museum perjuangan nantinya dapat menjadi sarana pembelajaran sejarah yang lebih dekat dengan masyarakat, terutama kalangan pelajar dan generasi muda.
Dikembangkan Menjadi Pusat Edukasi dan Kebudayaan
Selain sebagai museum, kawasan Benteng Van der Capellen direncanakan menjadi ruang edukasi dan aktivitas kebudayaan. Pemerintah daerah berencana menggelar kegiatan bagi anak-anak sekolah secara berkala, baik setiap bulan maupun dua kali dalam sebulan.
Untuk menunjang kegiatan tersebut, Kementerian Kebudayaan juga merencanakan pembangunan panggung pertunjukan di sisi benteng. Fasilitas ini diharapkan dapat menjadi wadah bagi berbagai kegiatan seni, pertunjukan budaya, serta ekspresi kreativitas masyarakat.
Pengembangan kawasan turut mencakup penataan pusat kuliner tradisional. Pemerintah Kabupaten Tanah Datar berencana membenahi kawasan pasar kuliner yang telah tersedia agar lebih tertata, nyaman, dan mampu mendukung pelestarian aneka kuliner khas daerah.
Dengan demikian, revitalisasi Benteng Van der Capellen dirancang tidak semata-mata berfokus pada pemugaran bangunan bersejarah, tetapi juga menghidupkan kawasan sebagai ruang publik yang mempertemukan sejarah, pendidikan, seni, dan tradisi kuliner.
Menjaga Warisan untuk Generasi Mendatang
Revitalisasi Benteng Van der Capellen menjadi museum perjuangan merupakan upaya untuk menjadikan warisan sejarah tetap relevan di tengah perkembangan zaman. Bangunan bersejarah tidak cukup hanya dipertahankan bentuknya, tetapi juga perlu dihidupkan melalui pengetahuan, aktivitas kebudayaan, dan keterlibatan masyarakat.
Jika terealisasi sesuai rencana, kawasan ini berpotensi menjadi ruang belajar sejarah yang menarik bagi pelajar, destinasi wisata edukatif bagi pengunjung, sekaligus panggung pelestarian kebudayaan lokal.
Melalui sinergi pemerintah daerah dan Kementerian Kebudayaan, Benteng Van der Capellen diharapkan berkembang menjadi salah satu pusat pelestarian sejarah dan kebudayaan di Tanah Datar, sehingga nilai-nilai masa lalu tetap terjaga dan dapat diwariskan kepada generasi berikutnya.
(Bt/MP)
