-->

Notification

×

Iklan

Iklan Display

Fauzi Bahar Dorong LAN Sumbar Perluas Gerakan Anti-Narkoba, Sekolah dan Nagari Jadi Sasaran Utama

Sabtu, 31 Oktober 2026 | Oktober 31, 2026 WIB | 0 Views Last Updated 2026-10-31T05:00:53Z
Fauzi Bahar meminta LAN Sumbar memperluas edukasi bahaya narkotika hingga ke sekolah dan nagari.


Padang, MP----- Upaya melindungi generasi muda Sumatera Barat dari ancaman penyalahgunaan dan peredaran gelap narkotika membutuhkan gerakan pencegahan yang lebih luas, terstruktur, dan menyentuh langsung kehidupan masyarakat. Tidak cukup hanya melalui sosialisasi di ruang pertemuan, edukasi bahaya narkoba harus diperkuat hingga lingkungan keluarga, sekolah, dan nagari.

Firman Sikumbang menegaskan pentingnya pencegahan narkotika sebelum ancamannya meluas ke lingkungan masyarakat.


Pesan tersebut ditegaskan Ketua Umum Lembaga Kerapatan Adat Alam Minangkabau (LKAAM) Sumatera Barat, Prof. Dr. H. Fauzi Bahar, M.Si., Dt. Sati, saat memberikan materi dalam kegiatan sosialisasi Pencegahan dan Pemberantasan Penyalahgunaan serta Peredaran Gelap Narkotika (P4GN) di Kantor Camat Kuranji, Kota Padang.

Unsur pelajar, Bundo Kanduang, guru BK, dan Dubalang mengikuti sosialisasi P4GN di Kota Padang.


Dalam kesempatan itu, Fauzi secara khusus meminta Ketua Lembaga Anti Narkotika (LAN) Sumbar, Firman Sikumbang, memperluas jangkauan edukasi P4GN hingga ke lapisan masyarakat paling bawah.


Menurut Fauzi, penyampaian materi yang dilakukan Firman Sikumbang mampu membangun kesadaran peserta karena disampaikan secara komunikatif, sederhana, dan menyentuh realitas ancaman narkotika di tengah masyarakat.


Ia menilai, pendekatan tersebut perlu dijadikan pola edukasi berkelanjutan, bukan sebatas kegiatan sosialisasi yang berhenti setelah acara selesai.


"Saya berharap pola penyampaian seperti ini diteruskan sampai ke masyarakat akar rumput. Jangan hanya sebatas kegiatan di tingkat kecamatan. Masyarakat harus benar-benar memahami bahaya narkotika dan memiliki kepedulian untuk melindungi lingkungan masing-masing," tegas Fauzi.


Ia juga menyoroti pentingnya menjadikan lembaga pendidikan sebagai salah satu sasaran prioritas gerakan P4GN. Pelajar tingkat SLTP dan SLTA dinilai membutuhkan pembekalan sejak dini agar memiliki pengetahuan, keberanian, dan ketahanan dalam menghadapi berbagai potensi pengaruh penyalahgunaan narkotika.


"Saya berharap LAN Sumbar hadir di setiap sekolah, baik tingkat SLTP maupun SLTA. Ini merupakan pekerjaan rumah bersama. Generasi muda harus kita selamatkan sebelum mereka terjerumus dalam penyalahgunaan narkotika," ujarnya.


Kegiatan sosialisasi di Kuranji tersebut melibatkan berbagai unsur masyarakat, mulai dari perwakilan pelajar, Bundo Kanduang, guru Bimbingan Konseling (BK), hingga Dubalang. Keterlibatan lintas unsur ini menjadi penting karena pencegahan narkotika tidak bisa hanya mengandalkan satu lembaga.


Keluarga memiliki tanggung jawab dalam pengawasan anak, guru berperan membangun pemahaman di lingkungan pendidikan, sementara tokoh adat dan masyarakat memiliki pengaruh kuat dalam membentuk kepedulian serta ketahanan sosial di nagari.


Menanggapi arahan tersebut, Ketua LAN Sumbar Firman Sikumbang menyatakan bahwa perluasan gerakan P4GN hingga ke akar rumput merupakan langkah strategis untuk membangun perlindungan masyarakat sebelum ancaman narkotika semakin meluas.


Firman menggambarkan pola pencegahan narkotika melalui analogi penanganan kebakaran oleh petugas pemadam kebakaran. Menurutnya, ketika api mulai berkobar, petugas tidak hanya berfokus memadamkan titik api, tetapi juga melakukan pendinginan terhadap bangunan dan lingkungan di sekitarnya agar kobaran tidak menjalar lebih luas.


"LAN Sumbar bekerja seperti Dinas Pemadam Kebakaran. Ketika kobaran api muncul, rumah-rumah di sekitarnya harus lebih dahulu dilindungi melalui penyiraman dan pendinginan agar tidak ikut terbakar. Setelah lingkungan sekitar diamankan, barulah api yang menyala dipadamkan," ungkap Firman.


Analogi tersebut, lanjutnya, menggambarkan bahwa penanganan narkotika tidak boleh hanya berorientasi pada persoalan yang sudah terjadi. Masyarakat harus dibekali pengetahuan dan kesadaran sebelum penyalahgunaan maupun peredaran gelap narkotika masuk ke lingkungan keluarga dan merusak masa depan generasi muda.


"Jangan menunggu persoalan membesar baru kita bergerak. Pencegahan harus dimulai lebih awal melalui edukasi, penguatan keluarga, pengawasan lingkungan sekolah, serta keterlibatan tokoh adat dan masyarakat. Inilah pentingnya membangun P4GN dari akar rumput," jelasnya.


Firman menegaskan, LAN Sumbar akan terus mendorong keterlibatan niniak mamak, Bundo Kanduang, Dubalang, tenaga pendidik, tokoh masyarakat, dan kalangan generasi muda dalam memperkuat gerakan antinarkotika.


Baginya, P4GN tidak boleh menjadi agenda seremonial semata. Gerakan tersebut harus tumbuh sebagai kesadaran kolektif yang diterapkan dalam kehidupan sehari-hari, mulai dari lingkungan rumah tangga hingga komunitas masyarakat.


Arahan Fauzi Bahar, menurut Firman, menjadi motivasi sekaligus tanggung jawab moral bagi LAN Sumbar untuk memperluas jangkauan sosialisasi, terutama ke sekolah-sekolah, lingkungan keluarga, dan nagari-nagari di Sumatera Barat.


Sementara itu, Fauzi menegaskan bahwa tanggung jawab menyelamatkan generasi muda tidak dapat dibebankan hanya kepada pemerintah, aparat penegak hukum, atau lembaga antinarkotika. Orang tua, guru, niniak mamak, Bundo Kanduang, Dubalang, dan seluruh elemen masyarakat harus mengambil peran nyata.


Pencegahan narkotika pada akhirnya bukan sekadar persoalan penindakan hukum, tetapi juga menyangkut masa depan keluarga, ketahanan sosial, dan keberlangsungan generasi penerus Minangkabau.


Karena itu, gerakan P4GN harus dimulai dari lingkungan terdekat. Semakin kuat benteng keluarga, sekolah, dan adat, semakin besar pula peluang masyarakat mencegah narkotika merusak kehidupan anak kemenakan dan masa depan nagari.


Jangan menunggu api membesar untuk mulai bertindak. Melindungi generasi muda harus dimulai sekarang, secara bersama-sama dan berkelanjutan.


(MP)

×
Berita Terbaru Update