-->

Notification

×

Iklan

Iklan Display

KAI Divre II Sumbar Perkuat Keselamatan dan Infrastruktur, Layani 1,73 Juta Pelanggan

Sabtu, 24 Oktober 2026 | Oktober 24, 2026 WIB | 0 Views Last Updated 2026-10-24T00:59:07Z
Jajaran KAI Divre II Sumbar meninjau pelayanan penumpang sebagai bagian dari upaya meningkatkan kualitas layanan transportasi.


Padang, MP----- PT Kereta Api Indonesia (Persero) Divisi Regional II Sumatera Barat memperkuat pengawasan keselamatan perjalanan dan keandalan prasarana melalui evaluasi langsung di sejumlah stasiun dan jalur operasional. Langkah ini dilakukan untuk memastikan layanan kereta api tetap aman dan andal, sekaligus mendukung mobilitas masyarakat, pariwisata, serta distribusi logistik di Sumatera Barat.


Penguatan tersebut menjadi fokus kunjungan kerja Direktur Operasi, Infrastruktur dan Keselamatan Area 2 KAI, Dadan Rudiansyah, ke wilayah operasional KAI Divre II Sumbar pada 22–23 Oktober 2026.


Rangkaian kegiatan diawali dengan pembinaan dan sosialisasi kepada jajaran KAI Divre II Sumbar di Ruang Rapat Buya Hamka, Kantor KAI Divre II Sumbar, Sawahan Timur, Kota Padang. Dalam arahannya, Dadan menegaskan bahwa keselamatan perjalanan kereta api harus menjadi tanggung jawab bersama, yang diwujudkan melalui kedisiplinan, kepatuhan terhadap prosedur, serta koordinasi ant unit kerja.


Menurutnya, identifikasi potensi bahaya sejak dini dan konsistensi dalam menjalankan standar operasional merupakan faktor penting untuk menjaga keselamatan perjalanan sekaligus memastikan keandalan layanan.


Periksa Jalur dan Fasilitas Operasional


Penguatan pengawasan dilanjutkan melalui peninjauan langsung terhadap operasional dan pelayanan di lapangan. Pada Kamis (22/10/2026), rombongan memantau kegiatan operasional kereta api, meninjau kondisi Stasiun Kayutanam, serta mengamati alur pergerakan penumpang dan pelayanan petugas garis depan (frontliner).


Rombongan juga berinteraksi dengan pelanggan dan meninjau jalur rel bergerigi sebagai bagian dari evaluasi terhadap kondisi operasional di wilayah tersebut.


Selanjutnya, pada Jumat (23/10/2026), pemeriksaan lintas dilakukan menggunakan lori dresin pada petak jalan Stasiun Padang–Bukit Putus–Indarung. Pemeriksaan mencakup kondisi rel, wesel, jembatan, drainase, serta fasilitas pendukung operasional lainnya.


Peninjauan turut dilakukan di Stasiun Bukit Putus, Stasiun Pauh Lima, dan Stasiun Indarung untuk melihat kesiapan fasilitas serta kualitas pelayanan kepada pengguna jasa.


Evaluasi lapangan ini ditujukan untuk mendeteksi potensi risiko, memastikan kondisi prasarana, dan menentukan tindak lanjut pemeliharaan yang diperlukan guna menjaga keselamatan serta kelancaran operasional kereta api.


Dadan menegaskan, keselamatan harus menjadi pertimbangan utama dalam setiap pengambilan keputusan dan pelaksanaan tugas operasional.


“Keselamatan tidak boleh hanya menjadi prosedur, tetapi harus menjadi budaya kerja yang diterapkan secara konsisten oleh seluruh jajaran. Pemeriksaan dan evaluasi lapangan harus mampu mengidentifikasi potensi risiko sejak dini, serta memastikan tindak lanjut yang tepat. Sehingga, keandalan operasional dapat terjaga dan layanan kereta api memberikan manfaat optimal bagi masyarakat,” ujarnya.


Layani Lebih dari 1,7 Juta Pelanggan


Kepala KAI Divre II Sumbar, Lutfi Wijaya, menyampaikan bahwa keselamatan dan keandalan operasional merupakan fondasi utama dalam menghadirkan layanan transportasi berkelanjutan.


Ia mengungkapkan, sepanjang Januari–September 2026, KAI Divre II Sumbar melayani sebanyak 1.731.760 pelanggan, meningkat 15,81 persen dibandingkan periode yang sama pada 2025 yang tercatat sebanyak 1.495.310 pelanggan.


Peningkatan jumlah pelanggan tersebut menunjukkan pentingnya transportasi publik yang aman dan andal dalam menunjang aktivitas masyarakat. Kereta api turut memberikan akses menuju pusat pendidikan, perdagangan, dan pekerjaan, sekaligus mendukung pergerakan ekonomi antarkawasan.


Di sektor pariwisata, KA Minangkabau Ekspres menghubungkan kawasan perkotaan dengan Bandara Internasional Minangkabau. Sementara itu, KA Pariaman Ekspres menjadi salah satu pilihan transportasi bagi masyarakat dan wisatawan yang menuju kawasan pesisir serta destinasi wisata Pariaman.


Konektivitas tersebut membuka peluang bagi pertumbuhan ekonomi lokal, mulai dari sektor kuliner, perdagangan, transportasi lanjutan, hingga usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM).


Infrastruktur Andal Dukung Industri dan Logistik


Selain melayani penumpang, infrastruktur kereta api juga memiliki peran strategis dalam mendukung konektivitas kawasan perkotaan, industri, dan simpul distribusi barang.


Karena itu, pemeriksaan jalur Padang–Bukit Putus–Indarung menjadi bagian dari upaya memastikan kesiapan prasarana pada koridor operasional yang berkaitan dengan aktivitas industri dan distribusi.


Kondisi rel, wesel, jembatan, drainase, dan fasilitas pendukung lainnya perlu dijaga melalui pemeriksaan serta pemeliharaan secara konsisten. Keandalan komponen tersebut berperan penting dalam mendukung keselamatan perjalanan, kelancaran operasional, dan konektivitas antarmoda transportasi.


Upaya ini sekaligus menegaskan bahwa penguatan keselamatan perkeretaapian tidak hanya berkaitan dengan kelancaran perjalanan, tetapi juga menyangkut keberlanjutan manfaat ekonomi bagi masyarakat dan daerah.


Layanan penumpang yang andal dapat menunjang mobilitas warga dan kunjungan wisatawan. Sementara itu, prasarana yang terpelihara dengan baik menjadi salah satu fondasi untuk mendukung kegiatan industri dan distribusi logistik.


KAI Divre II Sumbar menyatakan akan terus memperkuat sinergi antarsatuan kerja guna menjaga keselamatan perjalanan, meningkatkan keandalan prasarana, serta mengoptimalkan kualitas pelayanan.


Melalui langkah tersebut, KAI berupaya menghadirkan transportasi yang selamat, aman, andal, dan berkelanjutan, sekaligus memperkuat konektivitas wilayah, mendukung pertumbuhan pariwisata, dan mendorong perkembangan ekonomi Sumatera Barat.


(*)

×
Berita Terbaru Update