![]() |
| Sekda Kota Padang Raju Minropa mengikuti peluncuran Program Kampung Redam secara daring, Rabu (30/9/2026). |
Padang, MP----- Pemerintah Kota Padang turut mengikuti peluncuran Program Kampung Rekonsiliasi dan Perdamaian (Kampung Redam) yang digelar Kementerian Hak Asasi Manusia (KemenHAM) RI secara serentak di seluruh Indonesia, Rabu (30/9/2026).
Kegiatan yang dipimpin Menteri HAM RI Natalius Pigai dari Kota Semarang, Jawa Tengah, tersebut diikuti Sekretaris Daerah (Sekda) Kota Padang, Raju Minropa, secara daring dari Gedung Putih Kediaman Resmi Wali Kota Padang.
Program Kampung Redam menjadi salah satu langkah pemerintah dalam membangun mekanisme pencegahan dan penyelesaian konflik sosial yang lebih dekat dengan masyarakat. Pendekatan tersebut menempatkan komunitas di tingkat kampung maupun desa/kelurahan sebagai bagian penting dalam menjaga harmoni sosial dan memperkuat budaya perdamaian.
Menteri HAM RI Natalius Pigai menyampaikan, Kampung Redam merupakan program strategis KemenHAM yang telah diintegrasikan ke dalam Rencana Strategis KemenHAM 2025-2029. Program tersebut diarahkan menjadi instrumen berbasis masyarakat untuk meredam potensi konflik, menjaga stabilitas sosial, serta memperluas akses terhadap penyelesaian persoalan dan keadilan hingga tingkat kampung dan desa/kelurahan.
Sekda Kota Padang Raju Minropa menyambut baik peluncuran program tersebut. Menurutnya, upaya membangun perdamaian tidak hanya menjadi tanggung jawab pemerintah, tetapi membutuhkan keterlibatan seluruh unsur masyarakat.
“Kami menyambut baik Program Kampung Redam ini. Perdamaian dan kerukunan harus dibangun dari lingkungan masyarakat paling bawah, karena persoalan sosial sering kali muncul dan berkembang di tengah masyarakat,” ujar Raju.
Ia menilai keberadaan Kampung Redam dapat menjadi ruang bersama bagi masyarakat untuk mengedepankan dialog, musyawarah dan penyelesaian persoalan secara damai sebelum berkembang menjadi konflik yang lebih besar.
“Yang terpenting adalah bagaimana masyarakat memiliki ruang untuk berkomunikasi, saling memahami dan menyelesaikan persoalan secara bersama-sama. Pemerintah tentu akan mendukung penguatan nilai-nilai tersebut di tingkat kelurahan,” katanya.
Raju menambahkan, Pemerintah Kota Padang akan melihat implementasi Kampung Redam sebagai bagian dari upaya memperkuat ketahanan sosial masyarakat. Sinergi antara pemerintah, tokoh masyarakat, tokoh adat, tokoh agama, pemuda serta berbagai elemen masyarakat dinilai penting agar program tersebut tidak berhenti pada seremoni peluncuran.
Menurutnya, keberhasilan program sangat ditentukan oleh keterlibatan masyarakat dan kemampuan seluruh pemangku kepentingan menjaga komunikasi serta membangun kepercayaan di tengah keberagaman.
“Kita ingin menciptakan lingkungan masyarakat yang aman, harmonis dan mampu menyelesaikan setiap perbedaan melalui cara-cara yang konstruktif. Ini sejalan dengan semangat membangun Kota Padang yang nyaman bagi seluruh masyarakat,” tutur Raju.
Peluncuran Kampung Redam secara serentak tersebut sekaligus menandai komitmen pemerintah dalam memperkuat pendekatan pencegahan konflik berbasis masyarakat. Dengan penguatan di tingkat akar rumput, penyelesaian persoalan sosial diharapkan dapat dilakukan lebih cepat, partisipatif dan mengedepankan prinsip penghormatan terhadap hak asasi manusia.
Bagi Kota Padang, program tersebut dapat menjadi momentum untuk memperkuat kembali nilai kebersamaan, gotong royong dan musyawarah sebagai modal sosial dalam menjaga kondusivitas kehidupan masyarakat di tengah dinamika perkotaan yang semakin kompleks.
(Pd/MP)
