-->

Notification

×

Iklan

Iklan Display

Kapolri Ziarah ke Makam Marsinah, Teguhkan Penghormatan terhadap Sejarah Perjuangan Buruh

Senin, 19 Oktober 2026 | Oktober 19, 2026 WIB | 0 Views Last Updated 2026-10-19T09:59:29Z
Kapolri Jenderal Polisi Suyudi Ario Seto berziarah ke makam Marsinah di Kabupaten Nganjuk, Jawa Timur.


Nganjuk, MP----- Penghormatan terhadap perjuangan hak-hak pekerja kembali menjadi perhatian melalui kunjungan Kapolri Jenderal Polisi Dr. (H.C.) Suyudi Ario Seto, S.I.K., S.H., M.Si., ke makam Marsinah di Kabupaten Nganjuk, Jawa Timur, Sabtu (17/10/2026).


Kunjungan tersebut menjadi momentum untuk mengenang sosok Marsinah, aktivis buruh yang namanya tercatat dalam sejarah perjuangan pekerja Indonesia, sekaligus mengingatkan pentingnya nilai kemanusiaan, keadilan sosial, dan perlindungan terhadap hak-hak tenaga kerja.


Dalam kegiatan itu, Kapolri didampingi Kapolda Jawa Timur, Gubernur Jawa Timur, serta Presiden Konfederasi Serikat Pekerja Seluruh Indonesia (KSPSI). Rangkaian ziarah diisi dengan doa bersama dan tabur bunga di makam Marsinah sebagai bentuk penghormatan atas perjuangan yang telah menjadi bagian dari perjalanan gerakan buruh nasional.


Selepas berziarah, rombongan melanjutkan kunjungan ke Museum Ibu Marsinah dan Rumah Singgah yang berada di Desa Nglundo, Kecamatan Sukomoro, Kabupaten Nganjuk.


Di lokasi tersebut, Kapolri meninjau berbagai dokumentasi yang merekam perjalanan hidup dan perjuangan Marsinah. Museum itu menjadi ruang untuk merawat ingatan kolektif masyarakat terhadap sejarah perjuangan pekerja, sekaligus mengenalkan nilai-nilai keberanian, kemanusiaan, dan keadilan kepada generasi muda.


Keberadaan museum dan rumah singgah tersebut diharapkan tidak hanya menjadi tempat mengenang tokoh sejarah, tetapi juga berfungsi sebagai sarana edukasi publik. Melalui dokumentasi dan kisah perjuangan yang diabadikan, masyarakat dapat memahami bahwa pemenuhan hak pekerja merupakan bagian penting dari kehidupan berbangsa dan bernegara.


Kompleks Museum Ibu Marsinah sebelumnya telah diresmikan Presiden RI Prabowo Subianto pada 16 Mei 2026. Peresmian tersebut menjadi bagian dari upaya menghadirkan ruang memorial yang dapat memperkenalkan sosok Marsinah dan perjalanan perjuangan buruh kepada masyarakat luas.


Kunjungan Kapolri bersama jajaran pemerintah daerah dan perwakilan organisasi pekerja juga mencerminkan pentingnya membangun komunikasi antara institusi kepolisian, pemerintah, dan kalangan buruh.


Dalam kehidupan demokrasi, hubungan yang terbuka dan saling menghormati antarelemen masyarakat menjadi salah satu unsur penting dalam menjaga stabilitas sosial. Di sisi lain, penghormatan terhadap sejarah perjuangan buruh dapat menjadi pengingat bahwa dialog, penegakan hukum, serta perlindungan hak-hak pekerja perlu terus mendapat perhatian.


Melalui ziarah dan kunjungan ke museum tersebut, sosok Marsinah kembali dihadirkan dalam ruang ingatan publik, bukan semata sebagai bagian dari sejarah, melainkan sebagai pengingat akan pentingnya memperjuangkan martabat manusia, keadilan, dan penghormatan terhadap hak setiap pekerja di Indonesia.


(Hm/MP)

×
Berita Terbaru Update