-->

Notification

×

Iklan

Iklan Display

Menteri PU Dody Hanggodo Tinjau Lokasi Pascabanjir di Padang, Normalisasi Sungai Dipercepat

Kamis, 22 Oktober 2026 | Oktober 22, 2026 WIB | 0 Views Last Updated 2026-10-22T07:58:35Z
Plt Kepala BWSS-V Padang, Reski Wahyudi, ST., MT., mendampingi Menteri PU Dody Hanggodo meninjau penanganan sungai pascabanjir di Kota Padang.


Padang, MP----- Pascabanjir yang melanda Kota Padang, Sumatera Barat, penanganan infrastruktur sumber daya air terus menjadi perhatian pemerintah pusat. Menteri Pekerjaan Umum (PU), Dody Hanggodo, turun langsung meninjau sejumlah lokasi terdampak untuk melihat kondisi sungai sekaligus memastikan proses penanganan pascabencana berjalan sesuai kebutuhan di lapangan.

Menteri PU Dody Hanggodo memantau pengerukan sedimen di kawasan Muaro Panjalinan.


Peninjauan tersebut menjadi bagian dari upaya pemerintah mempercepat pemulihan infrastruktur sungai serta mengurangi risiko banjir susulan yang dapat kembali mengancam permukiman dan aktivitas masyarakat.


Kunjungan diawali di kawasan Muaro Panjalinan. Di lokasi ini, Menteri PU meninjau kegiatan pengerukan sedimen yang dilakukan sebagai bagian dari upaya normalisasi aliran sungai. Pengerukan diperlukan untuk membantu memperbaiki kapasitas aliran air, terutama pada bagian sungai yang mengalami pendangkalan akibat penumpukan material.


Dari Muaro Panjalinan, peninjauan berlanjut ke kawasan Lumin. Di lokasi tersebut, Menteri PU melihat langsung peralatan dan kegiatan penanganan sungai yang tengah berlangsung. Rangkaian kunjungan kemudian dilanjutkan ke kawasan Guo untuk melihat kondisi lapangan serta kebutuhan penanganan lanjutan.


Kehadiran Menteri PU di sejumlah titik terdampak menunjukkan pentingnya koordinasi antara pemerintah pusat dan jajaran teknis di daerah dalam menangani dampak bencana. Penanganan sungai tidak hanya menyangkut pengerukan material, tetapi juga membutuhkan perencanaan teknis yang tepat agar upaya pemulihan dapat memberikan manfaat bagi masyarakat dalam jangka panjang.


Dalam konteks penanganan pascabanjir, Dody Hanggodo menempatkan percepatan pemulihan infrastruktur sebagai salah satu perhatian penting Kementerian PU. Penanganan di lapangan perlu disesuaikan dengan kondisi aktual, tingkat kerusakan, serta kebutuhan masyarakat yang terdampak.


Sejalan dengan perhatian tersebut, pengerukan sedimen, normalisasi aliran sungai, dan pemeriksaan kondisi infrastruktur menjadi langkah penting untuk mendukung pemulihan fungsi sungai. Pelaksanaannya tetap perlu memperhatikan kajian teknis, kondisi lingkungan, serta keselamatan masyarakat di sekitar lokasi pekerjaan.


Bagi warga yang tinggal di kawasan rawan banjir, penanganan sungai bukan sekadar pekerjaan fisik. Lebih dari itu, upaya tersebut diharapkan mampu memberikan rasa aman, mengurangi ancaman luapan air, dan mendukung pemulihan kehidupan masyarakat setelah bencana.


Karena itu, efektivitas penanganan pascabanjir perlu diikuti pengawasan berkelanjutan, pemeliharaan infrastruktur, serta evaluasi terhadap titik-titik yang berpotensi mengalami pendangkalan atau penyumbatan aliran.


Peninjauan di Muaro Panjalinan, Lumin, dan Guo diharapkan menjadi bagian dari langkah konkret dalam mempercepat pemulihan infrastruktur sumber daya air di Kota Padang. Masyarakat pun menaruh harapan agar penanganan yang dilakukan tidak berhenti pada respons darurat, tetapi berlanjut melalui program yang terencana, terukur, dan berkesinambungan.


Dengan demikian, pemulihan pascabanjir tidak hanya berorientasi pada perbaikan kondisi fisik sungai, tetapi juga pada pengurangan risiko bencana serta perlindungan masyarakat dari ancaman banjir pada masa mendatang.


(Bakom.ri/MP)

×
Berita Terbaru Update