![]() |
| Gubernur Sumbar Mahyeldi Ansharullah menyampaikan pesan solidaritas untuk rakyat Palestina dalam kegiatan Subuh Mubarak HJS Sumbar ke-81. |
Padang, MP----- Peringatan Hari Jadi Sumatera Barat (Sumbar) ke-81 menjadi momentum bagi Pemerintah Provinsi Sumbar untuk kembali meneguhkan semangat kepedulian terhadap persoalan kemanusiaan, khususnya perjuangan rakyat Palestina.
Pesan tersebut disampaikan Gubernur Sumbar Mahyeldi Ansharullah saat menghadiri Subuh Mubarak di Masjid Raya Syekh Ahmad Khatib Al-Minangkabawi, Minggu (4/10/2026). Kegiatan yang diawali salat Subuh berjemaah itu mengusung tema “Sumbar Tumbuh, Sumbar Tangguh, Sumatera Barat Tetap Peduli Palestina.”
Suasana Subuh semakin bermakna dengan kehadiran Duta Besar Palestina untuk Republik Indonesia H.E. Mr. Abdalfattah Ahmed Khalil Al Sattari serta aktivis kemanusiaan Abdillah Onim atau yang akrab disapa Bang Onim. Sejumlah masyarakat dan aparatur di lingkungan Pemprov Sumbar turut mengikuti kegiatan tersebut.
Di hadapan jamaah, Mahyeldi mengajak masyarakat Sumbar menjadikan doa sebagai bagian dari solidaritas yang terus dipelihara bagi rakyat Palestina.
“Pada kesempatan ini, mari kita bersama-sama terus mendoakan saudara-saudara kita di Palestina. Mudah-mudahan Allah memberikan kekuatan, keselamatan, perlindungan, dan kemenangan kepada masyarakat Palestina,” kata Mahyeldi.
Menurutnya, kepedulian terhadap Palestina tidak semata-mata berbicara mengenai hubungan antarpemerintahan atau antarnegara. Lebih dari itu, solidaritas tersebut merupakan bagian dari nilai kemanusiaan dan persaudaraan yang telah lama tumbuh di tengah masyarakat Indonesia.
Sumatera Barat, kata Mahyeldi, memiliki komitmen untuk menjaga kepedulian tersebut. Dukungan tidak harus selalu diwujudkan dalam bentuk yang besar, tetapi dapat dilakukan melalui doa, kepedulian kemanusiaan, maupun kontribusi sesuai kemampuan masing-masing.
“Sumatera Barat akan tetap peduli Palestina. Kita terus memberikan dukungan dan mendoakan agar perjuangan masyarakat Palestina untuk mendapatkan kemerdekaan dapat terwujud,” tegasnya.
Mahyeldi berharap kepedulian terhadap Palestina tidak hanya muncul ketika terjadi momentum tertentu. Solidaritas, menurutnya, perlu menjadi bagian dari kesadaran sosial masyarakat sehingga kepedulian terhadap sesama tetap hidup dalam berbagai situasi.
Kehadiran Duta Besar Palestina dalam kegiatan tersebut juga dinilai menjadi simbol kuat hubungan persaudaraan antara masyarakat Sumbar dan rakyat Palestina.
“Terima kasih kepada Bapak Duta Besar Palestina yang telah hadir bersama kita. Kehadiran beliau semakin menguatkan semangat kita untuk terus peduli dan mendoakan saudara-saudara kita di Palestina,” ujar Mahyeldi.
Ia menambahkan, semangat tersebut sejalan dengan nilai-nilai keislaman yang mengajarkan pentingnya menjaga persaudaraan, membantu sesama serta memberikan perhatian kepada mereka yang tengah menghadapi kesulitan.
Bagi Mahyeldi, rangkaian Hari Jadi Sumbar ke-81 semestinya tidak berhenti pada kegiatan seremonial. Momentum tersebut harus menjadi ruang refleksi untuk memperkuat keimanan, kepedulian sosial, nasionalisme dan persaudaraan.
Karena itu, semangat “Sumbar Tumbuh dan Sumbar Tangguh” diharapkan berjalan beriringan dengan karakter masyarakat yang tetap memiliki kepedulian terhadap persoalan kemanusiaan di berbagai belahan dunia.
“Sumbar harus terus tumbuh dan tangguh, tetapi pada saat yang sama kita tidak boleh kehilangan kepedulian terhadap saudara-saudara kita yang sedang berjuang, termasuk saudara kita di Palestina,” pungkasnya.
(Sb/red)
