-->

Notification

×

Iklan

Iklan Display

TNI dan Australia Perkuat Interoperabilitas Artileri dalam Latgabma Keris Woomera 2026

Senin, 19 Oktober 2026 | Oktober 19, 2026 WIB | 0 Views Last Updated 2026-10-19T06:46:27Z
Prajurit TNI dan Australia mengikuti kegiatan Armed SMEE dalam rangka Latgabma Keris Woomera 2026 di Puslatpurmar 5 Baluran, Situbondo.


Situbondo, MP----- Prajurit TNI Angkatan Darat dan Angkatan Bersenjata Australia (Australian Defence Force/ADF) memperkuat kerja sama pertahanan melalui kegiatan Armed Subject Matter Expert Exchange (SMEE) dalam rangka Latihan Gabungan Bersama (Latgabma) Keris Woomera 2026. Kegiatan tersebut berlangsung di Pusat Latihan Tempur Marinir (Puslatpurmar) 5 Baluran, Situbondo, Jawa Timur, Sabtu (17/10/2026).


Kegiatan ini melibatkan prajurit Batalyon Artileri Medan (Yon Armed) 8/UY bersama personel Resimen Artileri 2 Marinir dan prajurit ADF. Pertemuan tersebut menjadi sarana untuk meningkatkan kebugaran fisik, mengasah keterampilan militer, serta membangun kedekatan dan kepercayaan antarprajurit kedua negara.


Rangkaian Armed SMEE diisi dengan physical training fun competition dan kompetisi estafet bongkar pasang senjata. Dalam kegiatan itu, para prajurit ditantang menunjukkan daya tahan fisik, kecepatan, ketepatan, kedisiplinan, serta kemampuan bekerja sama dalam tim.


Selain menjadi ajang menguji kemampuan individu dan kelompok, kompetisi tersebut menghadirkan suasana kebersamaan dan sportivitas. Interaksi langsung antarprajurit juga membuka ruang pertukaran pengalaman serta pengetahuan militer yang mendukung peningkatan profesionalisme personel.


Lebih dari sekadar kegiatan latihan, Armed SMEE menjadi bagian dari upaya membangun interoperabilitas antara TNI dan ADF. Kesamaan pemahaman, komunikasi yang efektif, dan kepercayaan antarpersonel merupakan unsur penting dalam mendukung pelaksanaan operasi bersama.


Melalui Latgabma Keris Woomera 2026, kerja sama militer Indonesia dan Australia terus diarahkan untuk memperkuat hubungan profesional kedua angkatan bersenjata. Kolaborasi tersebut sekaligus menjadi bagian dari diplomasi pertahanan yang mendorong pertukaran pengetahuan, peningkatan kapasitas prajurit, serta penguatan kemitraan bilateral.


Dengan mengedepankan latihan bersama dan interaksi lintas negara, kegiatan ini diharapkan dapat memperkokoh hubungan antarprajurit sekaligus mendukung kesiapan kedua negara dalam menghadapi tantangan pertahanan dan keamanan di kawasan.


(Puspen/MP)

×
Berita Terbaru Update