-->

Notification

×

Iklan

Iklan Display

FDI Apresiasi Kontraktor Responsif, Ingatkan Kualitas Jangan Kalah oleh Progres

Jumat, 06 November 2026 | November 06, 2026 WIB | 0 Views Last Updated 2026-11-05T21:57:17Z

Dharmasraya, MP----- Pendiri Utama Forum Dinamika Indonesia (FDI), Nof Hendra, menanggapi pemberitaan Momen Pembaruan berjudul "Responsif Terhadap Masukan Media" terkait Proyek Preservasi Jalan Sei Dareh-Junction Koto Baru, Kabupaten Dharmasraya.


Hal itu disampaikan Nof Hendra dalam keterangan tertulisnya kepada media di Dharmasraya, Kamis (5/11/2026).


FDI mengapresiasi sikap terbuka dan responsif Pelaksana PT Paesa Pasindo Engineering-PT Basuki Rahmanta Putra, Olan Mustafa, terhadap masukan media.


"Keterbukaan terhadap kritik adalah bagian dari tata kelola proyek yang baik. Proyek yang dibiayai uang rakyat harus siap dikontrol publik," ujar Nof Hendra.


FDI menilai pernyataan bahwa keberhasilan proyek tidak hanya diukur dari progres, tetapi juga kualitas, keselamatan, dan manfaat bagi masyarakat, adalah tepat dan harus dibuktikan di lapangan.


Terkait temuan media bahwa material bahu jalan belum padat merata dan rawan ambles, FDI menilai hal itu tidak boleh dianggap sepele, karena berisiko bagi pengendara sepeda motor, terutama malam hari dan saat hujan.


FDI juga mencatat progres pekerjaan per 25 Oktober 2026 sudah mencapai 32,245 persen, di atas target 31,69 persen. Menurut FDI, progres yang baik harus dibarengi kualitas yang baik pula.


Untuk proyek senilai sekitar Rp168 miliar yang dilaksanakan mulai 31 Oktober 2025 hingga Oktober 2027 ini, FDI menekankan tiga hal: kualitas harus sejalan dengan progres, keselamatan pengguna jalan menjadi prioritas, dan transparansi harus terus dijaga.


Sebagai kontrol sosial yang membangun, FDI menyampaikan lima saran:


1. Segera perbaiki bahu jalan yang belum padat dan dokumentasikan sebelum dan sesudah perbaikan.

2. Perkuat pengawasan berlapis dari kontraktor, konsultan supervisi, PPK, masyarakat, dan media.

3. Pasang rambu dan sosialisasi keselamatan di titik rawan.

4. Buka ruang pengaduan publik yang mudah diakses masyarakat.

5. Jadikan masukan media sebagai bahan evaluasi mingguan, bukan hanya ditanggapi sesaat.


FDI mendukung penuh pembangunan yang berkualitas. Kritik bukan untuk menghambat, tetapi untuk memastikan uang rakyat Rp168 miliar ini menghasilkan jalan yang aman, awet, dan bermanfaat bagi masyarakat Dharmasraya dan pengguna jalan lintas Sumatera.


"Kita bersama masyarakat dan insan pers akan terus mengikuti perkembangan proyek ini secara objektif, kritis, dan konstruktif," pungkas Nof Hendra.


(Nh/MP)

×
Berita Terbaru Update