![]() |
| Nof Hendra Pendiri Utama FDI |
Pesisir Selatan, MP----- Pendiri Utama Forum Dinamika Indonesia (FDI), Nof Hendra, menyoroti pemberitaan Momen Pembaruan berjudul "Drainase Tak Terurus, Aspal Jalan Nasional PPK 2.4 Rusak dan Berlubang" terkait kondisi pemeliharaan ruas jalan nasional di wilayah kerja Pejabat Pembuat Komitmen (PPK) 2.4, Satuan Kerja Pelaksanaan Jalan Nasional (Satker PJN) Wilayah II Sumatera Barat.
![]() |
| Genangan air terjadi di badan jalan nasional wilayah PPK 2.4, sedangkan Drainase tepat disampingnya. |
Pernyataan tersebut disampaikan Nof Hendra melalui saluran WhatsApp kepada media di Pesisir Selatan, Jumat (6/11/2026).
![]() |
| Aspal jalan rusak dan berlobang dampak dari air yang kerap mengalir di badan jalan |
FDI menilai temuan wartawan di lapangan bahwa badan jalan retak, aspal mengelupas, hingga berlubang, tidak bisa dilepaskan dari kondisi drainase yang diduga tidak berfungsi optimal.
"Drainase itu bukan pelengkap. Kalau drainase tersumbat atau tidak terurus, air akan menggenang dan merendam badan jalan. Aspal yang terus terendam air pasti cepat retak, mengelupas, dan berlubang," ungkap Nof Hendra.
Menurut FDI, ada tiga hal yang harus menjadi perhatian PPK 2.4, Satker PJN Wilayah II Sumatera Barat.
Pertama, pemeliharaan drainase harus berjalan seiring pemeliharaan badan jalan. Percuma menambal aspal kalau saluran airnya masih tersumbat, karena kerusakan akan berulang.
Kedua, pengawasan di lapangan harus diperketat. FDI meminta PPK memastikan kontraktor pemeliharaan benar-benar bekerja sesuai kontrak, bukan hanya tambal sulam yang mudah rusak lagi.
Ketiga, keselamatan pengguna jalan harus diutamakan. Lubang dan aspal yang mengelupas sangat berbahaya bagi pengendara sepeda motor, terutama pada malam hari dan saat hujan.
Sebagai bentuk kontrol sosial yang membangun, FDI menyampaikan empat saran:
1. Segera bersihkan dan normalisasi drainase yang tersumbat dan tidak berfungsi di sepanjang ruas jalan nasional Pesisir Selatan.
2. Segera perbaiki titik jalan yang retak, mengelupas, dan berlubang, serta pasang rambu peringatan sementara di titik rawan.
3. Lakukan audit pemeliharaan rutin, agar kerusakan diketahui sejak awal dan tidak menunggu parah.
4. Buka informasi kepada publik tentang jadwal pemeliharaan, hasil perbaikan, dan tindak lanjut atas temuan media dan masyarakat.
"FDI mendukung pemeliharaan jalan nasional yang berkualitas. Jangan sampai uang rakyat habis untuk perbaikan yang berulang karena drainase dibiarkan tak terurus," pungkas Nof Hendra.
(Nh/MP)


