![]() |
| Progres pembangunan lanjutan Pasar Surantih, Kecamatan Sutera, Kabupaten Pesisir Selatan, mencapai 43 persen. |
Surantih, MP----- Harapan masyarakat Kecamatan Sutera, Kabupaten Pesisir Selatan, untuk memiliki pasar tradisional yang lebih representatif, nyaman, dan layak sebagai pusat aktivitas ekonomi masyarakat terus bergerak menuju kenyataan. Kelanjutan pembangunan Pasar Surantih kini menunjukkan perkembangan positif. Hingga Jumat (6/11/2026), progres pekerjaan fisik dilaporkan telah mencapai 43 persen, melampaui target rencana sebesar 38 persen.
Di tengah berlangsungnya aktivitas pembangunan, sejumlah pekerjaan struktur bangunan terus dikebut. Rangkaian besi kolom mulai terpasang, bahkan sebagian telah memasuki tahap pengecoran menggunakan beton mutu FC 30. Pekerjaan tersebut menjadi bagian penting dalam memastikan kekuatan struktur bangunan pasar yang nantinya diharapkan mampu menunjang aktivitas perdagangan masyarakat dalam jangka panjang.
Direktur CV Tremor, Danta, selaku kontraktor pelaksana, saat ditemui wartawan di lokasi pekerjaan, Jumat siang (6/11/2026), mengatakan bahwa proses pengerjaan telah berjalan sejak Agustus 2026 atau memasuki minggu kesembilan.
"Sudah berjalan sembilan minggu. Sesuai kontrak, masa pelaksanaan pekerjaan selama 140 hari kalender dan ditargetkan selesai pada 30 Desember mendatang," ungkap Danta.
Ia menjelaskan, capaian progres pekerjaan saat ini berada sekitar lima hingga enam persen di atas target yang telah direncanakan. Kondisi tersebut menjadi modal optimisme bagi pihak pelaksana untuk menjaga ritme pekerjaan agar tetap berjalan sesuai jadwal.
Menurutnya, sejumlah pekerjaan struktur sudah memperlihatkan perkembangan signifikan. Besi-besi kolom telah dirangkai dan dipasang pada titik-titik pekerjaan. Hampir 30 persen bagian kolom bahkan sudah memasuki tahap penyelimutan beton. Selanjutnya, pekerjaan akan dilanjutkan dengan penyelesaian beberapa kolom tersisa serta pemasangan rangkaian besi balok atas.
Danta juga menyampaikan bahwa ketersediaan material utama, seperti besi dan kebutuhan konstruksi lainnya, sejauh ini telah berada di lokasi proyek. Dukungan tenaga kerja dan peralatan juga dinilai mencukupi untuk menunjang percepatan pekerjaan.
"Alhamdulillah, jumlah tenaga kerja, material, dan peralatan sudah aman. Untuk pekerjaan struktur, persiapannya sudah cukup baik. Tinggal melanjutkan perangkaian besi balok atas," jelasnya.
Ia menegaskan, pihak perusahaan tetap berkomitmen menyelesaikan pekerjaan sesuai ketentuan kontrak. Arahan konsultan pengawas untuk melakukan percepatan juga menjadi perhatian pelaksana, dengan tetap mengutamakan kualitas pekerjaan dan ketentuan teknis yang berlaku.
Mutu Material Perlu Menjadi Perhatian
Meski perkembangan pekerjaan menunjukkan capaian positif, hasil pengamatan wartawan di lapangan juga menemukan sejumlah material besi, baik yang belum dirangkai maupun yang telah dirangkai, tampak mengalami perubahan warna menyerupai lapisan karat.
Kondisi tersebut patut menjadi perhatian bersama, mengingat besi merupakan salah satu komponen utama dalam konstruksi beton bertulang yang berperan penting terhadap kekuatan dan ketahanan bangunan.
Namun, perubahan warna pada permukaan besi tidak serta-merta dapat disimpulkan sebagai penurunan mutu atau ketidaksesuaian spesifikasi. Diperlukan pemeriksaan teknis untuk memastikan kondisi material, tingkat korosi, serta kelayakannya sebelum digunakan dalam pekerjaan konstruksi.
Sayangnya, ketika hal tersebut menjadi perhatian di lokasi, konsultan pengawas dari CV Muldecon Graha Adhiyaksa sudah tidak berada di tempat karena memasuki waktu istirahat kerja sekitar pukul 12.05 WIB. Karena itu, penjelasan teknis mengenai kondisi material tersebut masih perlu dikonfirmasi kepada pihak konsultan pengawas maupun Dinas PUPR Kabupaten Pesisir Selatan.
Pengawasan terhadap material, proses perakitan tulangan, pengecoran, hingga hasil akhir pekerjaan menjadi bagian yang tidak boleh diabaikan. Sebab, keberhasilan pembangunan bukan semata-mata diukur dari seberapa cepat pekerjaan diselesaikan, melainkan juga dari kualitas dan ketahanan bangunan yang dihasilkan.
Sementara itu, Kepala Bidang Cipta Karya Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Kabupaten Pesisir Selatan, Youdhi Permadi Maruf, ST., MT., menekankan bahwa percepatan pekerjaan harus tetap berjalan beriringan dengan pemenuhan standar mutu dan ketepatan waktu.
"Pekerjaan cepat harus dibarengi mutu dan tepat waktu," tegasnya.
Pernyataan tersebut menjadi pengingat bahwa setiap tahapan pembangunan harus dilaksanakan secara profesional, terukur, serta sesuai spesifikasi teknis yang telah ditetapkan dalam kontrak.
Harapan Masyarakat terhadap Pasar yang Lebih Layak
Keberlanjutan pembangunan Pasar Surantih menjadi salah satu perhatian Pemerintah Kabupaten Pesisir Selatan di bawah kepemimpinan Bupati Hendra Joni bersama Wakil Bupati Risnaldi Ibrahim.
Pasar tradisional bukan sekadar tempat berlangsungnya transaksi jual beli. Lebih dari itu, pasar merupakan denyut kehidupan ekonomi masyarakat, tempat pedagang kecil menggantungkan penghasilan, sekaligus ruang pertemuan antara produsen dan konsumen.
Karena itu, keberadaan Pasar Surantih yang lebih baik sangat dinantikan masyarakat. Pedagang berharap fasilitas pasar nantinya mampu memberikan kenyamanan dalam berjualan, sementara pembeli dapat berbelanja dengan lebih aman, tertib, dan nyaman.
Dengan nilai kontrak sebesar Rp 6.116.512.000, pekerjaan lanjutan pembangunan Pasar Surantih ini dilaksanakan oleh CV Tremor berdasarkan kontrak Nomor 04/T-DAU/CK/PUTR-PS/VIII/2026 tertanggal 13 Agustus 2026, dengan masa pelaksanaan 140 hari kalender dan batas penyelesaian 30 Desember 2026.
Kini, perhatian tidak hanya tertuju pada capaian progres fisik yang telah melampaui target, tetapi juga bagaimana seluruh tahapan pekerjaan dapat dipastikan memenuhi standar kualitas konstruksi.
Masyarakat tentu berharap pembangunan Pasar Surantih tidak sekadar selesai secara administratif dan tepat waktu, tetapi benar-benar menghasilkan bangunan pasar yang kuat, aman, fungsional, serta mampu memberikan manfaat jangka panjang bagi perekonomian masyarakat Kecamatan Sutera.
Sebab, pembangunan pasar yang baik bukan hanya tentang berdirinya sebuah bangunan, melainkan tentang menghadirkan harapan baru bagi pedagang, pembeli, dan kehidupan ekonomi masyarakat di sekitarnya.
(MP)
