-->

Notification

×

Iklan

Iklan Display

Pemko Padang dan Korem 032/Wirabraja Perkuat Kesiapsiagaan Bencana Hidrometeorologi

Sabtu, 07 November 2026 | November 07, 2026 WIB | 0 Views Last Updated 2026-11-07T02:33:42Z
Wali Kota Padang Fadly Amran bersama unsur TNI-Polri dan seluruh peserta berfoto bersama usai Apel Kesiapsiagaan Bencana Hidrometeorologi di Lapangan Imam Bonjol.


Fadly Amran: Sinergi Lintas Instansi dan Kesiapan Personel Menjadi Kunci Menghadapi Ancaman Bencana


Padang, MP----- Menghadapi meningkatnya potensi bencana hidrometeorologi seiring tingginya curah hujan, Pemerintah Kota Padang bersama Komando Resor Militer (Korem) 032/Wirabraja memperkuat langkah antisipasi melalui peningkatan kesiapsiagaan personel, peralatan, serta koordinasi lintas instansi.


Komitmen tersebut ditandai dengan pelaksanaan Apel Kesiapsiagaan Bencana Hidrometeorologi yang berlangsung di Lapangan Imam Bonjol, Kota Padang, Jumat (6/11/2026). Apel ini menjadi bagian dari upaya memastikan seluruh unsur terkait siap bergerak cepat menghadapi kemungkinan bencana, terutama memasuki periode November dan Desember yang diperkirakan memiliki intensitas cuaca lebih tinggi.


Wali Kota Padang, Fadly Amran, menegaskan bahwa kesiapsiagaan menghadapi ancaman bencana tidak bisa hanya dibebankan kepada satu instansi. Diperlukan keterlibatan seluruh pemangku kepentingan, mulai dari unsur pemerintah daerah, TNI-Polri, relawan hingga masyarakat.


Menurut Fadly Amran, kesiapan personel, kelengkapan peralatan, serta sistem komunikasi dan komando terpadu merupakan faktor penting dalam mempercepat penanganan apabila terjadi bencana.


"Memasuki November dan Desember, kita harus meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi bencana hidrometeorologi. Kesiapsiagaan membutuhkan sinergi seluruh pemangku kepentingan, didukung personel dan peralatan yang siap, serta sistem komunikasi dan komando yang terkoordinasi," tegas Fadly Amran dalam arahannya.


Ia juga menekankan pentingnya membangun pola koordinasi yang efektif agar setiap unsur memahami tugas dan tanggung jawab masing-masing. Dengan demikian, ketika kondisi darurat terjadi, proses evakuasi, penyelamatan, pelayanan kesehatan, hingga pemulihan dapat dilaksanakan secara cepat dan terarah.


Apel kesiapsiagaan tersebut melibatkan berbagai unsur, di antaranya personel TNI-Polri, Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD), Dinas Kesehatan, Dinas Pemadam Kebakaran, Dinas Lingkungan Hidup, Dinas Perhubungan, Dubalang Kota, anggota Pramuka Kwartir Cabang (Kwarcab) Kota Padang, serta organisasi kebencanaan lainnya.


Keterlibatan berbagai unsur tersebut mencerminkan pentingnya kolaborasi dalam menghadapi ancaman bencana yang berpotensi mengganggu keselamatan masyarakat, aktivitas ekonomi, serta fasilitas umum.


Sebagai kota yang memiliki kawasan pesisir, aliran sungai, daerah perbukitan, dan sejumlah wilayah yang berpotensi terdampak banjir maupun longsor, Padang membutuhkan sistem mitigasi yang terencana dan berkelanjutan.


Karena itu, kesiapsiagaan tidak cukup hanya ditunjukkan melalui apel dan pemeriksaan peralatan. Upaya pemantauan kawasan rawan, normalisasi saluran drainase, pengelolaan lingkungan, penyebaran informasi peringatan dini, serta edukasi kebencanaan kepada masyarakat juga menjadi bagian penting dari pengurangan risiko bencana.


Pemerintah daerah bersama unsur TNI-Polri dan seluruh pemangku kepentingan diharapkan terus memperkuat koordinasi hingga tingkat kecamatan, kelurahan, dan masyarakat.


Melalui langkah terpadu tersebut, Kota Padang diharapkan mampu meningkatkan ketangguhan menghadapi ancaman cuaca ekstrem, sekaligus meminimalkan risiko korban jiwa dan kerugian material apabila bencana terjadi.


Kesiapsiagaan sejak dini menjadi investasi penting dalam melindungi keselamatan masyarakat. Sebab, dalam penanganan bencana, kecepatan informasi, ketepatan tindakan, dan kekompakan seluruh unsur sering kali menentukan keberhasilan penyelamatan.


(Pd/MP)

×
Berita Terbaru Update