![]() |
| Ketum Projo Budi Arie menanggapi pertanyaan awak media. |
Jakarta, MP----- Sejumlah pengurus daerah Partai Gerindra menyatakan keberatan atas wacana bergabungnya Ketua Umum Projo, Budi Arie Setiadi, ke partai tersebut. Penolakan muncul lantaran mereka meragukan rekam jejak dan loyalitas mantan Menteri Komunikasi dan Informatika itu, termasuk dugaan keterlibatan dalam kasus hukum yang sempat menyeret namanya.
Ketua DPC Gerindra Gresik, Asluchul Alif, menjadi salah satu yang menegaskan penolakannya. Ia menyebut Gerindra adalah rumah bagi kader yang berjuang untuk rakyat, bukan untuk mereka yang mencari posisi aman secara politik.
“Saya tidak setuju Budi Arie bergabung ke Gerindra. Sebab Gerindra tempat kader pejuang rakyat, bukan tempat pencari jabatan,” ujar Alif, dikutip dari detikcom, Jumat (7/11).
Penolakan dari daerah tersebut menambah dinamika internal jelang konsolidasi partai setelah Pilpres dan pembentukan kabinet baru.
Sementara itu, Budi Arie memberikan tanggapan atas rencana bergabung tersebut. Ia menyatakan bahwa ia telah meminta izin kepada seluruh anggota Projo: “Saya meminta izin kepada seluruh anggota Projo untuk saya bergabung ke Partai Gerindra… Ya menyerahkan sepenuhnya kepada saya untuk mengambil langkah-langkah untuk bergabung dalam Partai Gerindra,” katanya.
Meski keputusan final berada di tangan pimpinan pusat, suara penolakan dari akar rumput menunjukkan bahwa setiap langkah politik figur nasional tidak akan lepas dari penilaian dan rekam jejak masa lalu. Dinamika ini menjadi cerminan bahwa konsolidasi internal partai tetap membutuhkan kehati-hatian, agar kepercayaan kader dan publik dapat terjaga di tengah perubahan peta politik nasional. (*)
