![]() |
| Alat berat berupa buldoser dikerahkan untuk membersihkan dan mengangkat material tanah longsor yang menutupi badan jalan, guna memulihkan akses dan memastikan keselamatan pengguna jalan. |
Padang, MP----- Dinas Bina Marga, Cipta Karya dan Tata Ruang (BMCKTR) Provinsi Sumatera Barat terus menggeber percepatan penanganan pascabencana pada sejumlah ruas jalan provinsi yang terdampak longsor. Langkah cepat ini dilakukan untuk memulihkan konektivitas wilayah serta menjamin keselamatan dan kelancaran mobilitas masyarakat.
Hingga kini, fokus penanganan diarahkan pada pembersihan material longsoran, pengamanan badan jalan yang terban, serta pemulihan akses lalu lintas agar ruas jalan kembali fungsional dan aman dilalui.
Pada Ruas Jalan Palupuh - Pagadih (P.090), tim telah menuntaskan pembersihan material longsor di KM 135+140 dan KM 135+190. Sementara itu, penanganan darurat juga dilakukan di Ruas Jalan Manggopoh - Padang Luar (P.025) melalui pembersihan longsoran guna membuka kembali akses dan meminimalkan risiko kecelakaan bagi pengguna jalan.
Upaya pengamanan badan jalan terban dilaksanakan di KM 147+400 Ruas Jalan Matur - Palembayan (P.080) dengan pemasangan sand bag dan bronjong. Langkah ini dilakukan sebagai tindakan preventif untuk mencegah meluasnya kerusakan akibat kondisi tanah yang labil pascabencana.
Selain itu, pembersihan material longsoran juga dilakukan di KM 76+400 Ruas Jalan Simpang Koto Mambang - Balingka (P.078) serta di KM 164+510 Ruas Jalan Matur - Palembayan (P.080), yang sempat mengganggu kelancaran arus lalu lintas.
BMCKTR Provinsi Sumatera Barat menegaskan komitmennya untuk terus melakukan penanganan secara bertahap, terukur, dan berkelanjutan dengan mengerahkan personel serta peralatan yang tersedia. Upaya ini dilakukan agar ruas jalan provinsi tetap aman, fungsional, dan mampu menopang aktivitas ekonomi serta sosial masyarakat di wilayah terdampak.
(*)
