-->

Notification

×

Iklan

Iklan Display

Gubernur Mahyeldi Susuri Danau Tinjau Daerah Terisolasi di Agam, Kerugian Sementara Tembus Rp 4 Triliun

Jumat, 05 Desember 2025 | Desember 05, 2025 WIB | 0 Views Last Updated 2025-12-05T01:09:36Z
Gubernur Mahyeldi berdialog dengan warga yang terisolasi akibat banjir dan longsor di Nagari Sungai Batang.

Agam, MP----- Gubernur Sumatera Barat, Mahyeldi Ansharullah, meninjau langsung wilayah terdampak banjir dan longsor di Nagari Sungai Batang, Kecamatan Tanjung Raya, Kabupaten Agam, Kamis (4/12/2025). Sejumlah titik di kawasan Danau Maninjau itu sebelumnya terputus total akibat jalan terban dan longsor, memaksa rombongan gubernur menempuh akses air menggunakan speedboat.


Di lokasi, Mahyeldi menemukan warga membangun jembatan darurat dari batang kelapa guna membuka kembali jalur vital yang tergerus banjir. “Alhamdulillah akses yang terban itu sudah bisa dilalui secara darurat. Ini sangat membantu mobilisasi alat berat, karena banyak sekali titik longsor yang perlu dibersihkan,” ujarnya.


Menurutnya, normalisasi sungai juga menjadi prioritas kritis untuk mencegah luapan susulan yang mengancam permukiman. “Ini pekerjaan pertama yang harus segera dikerjakan. Kita menunggu alat berat bisa masuk secepat mungkin,” tambahnya.


Mahyeldi mengakui bahwa proses pembukaan akses dilakukan bertahap, dimulai dari jalur untuk sepeda motor. “Yang penting roda dua dulu bisa lewat agar bantuan tidak terhambat,” katanya.


Sejumlah titik longsor membuat ratusan warga terisolasi. Kondisi ini memperlambat penyaluran logistik dan mobilisasi medis selama beberapa hari terakhir.


Rombongan gubernur juga meninjau lokasi pengungsian yang menempati bekas bangunan pasar. Sedikitnya 60 warga mengungsi di sana, sementara sebagian lainnya bertahan di rumah kerabat di dataran aman.


“Suplai makanan sudah kita cek, alhamdulillah lancar. Dua puskesmas juga sudah beroperasi di Sungai Batang,” jelas Mahyeldi. Ia menyebut obat-obatan masih mencukupi, namun kebutuhan lain seperti pakaian kering dan air bersih mulai menipis. Banyak warga kehilangan seluruh pakaian karena basah saat menyelamatkan diri.


Mahyeldi mengungkapkan, perkiraan kerugian sementara akibat banjir dan longsor di Sumbar telah mencapai lebih dari Rp4 triliun, dengan potensi bertambah seiring pendataan lanjutan. Ia menegaskan bahwa Presiden telah memberikan perlakuan khusus terhadap penanganan bencana di Sumbar, setara dengan penanganan bencana nasional.


Dukungan berdatangan dari TNI/Polri, pemerintah daerah tetangga, serta BUMN. “Bahkan masyarakat juga gotong royong membuka akses saat kami melintas dari Selerang ke Matua. Ini luar biasa,” ujar Mahyeldi.


Pemerintah juga menyiapkan pemulihan jangka menengah, termasuk perbaikan jembatan, jalan, hingga rumah warga. Bagi rumah yang hancur, pemerintah akan membantu pembangunannya di lahan milik warga atau menyediakan lokasi aman bagi yang tidak punya.


Isu lain muncul dari para ibu yang mempertanyakan kelanjutan sekolah anak-anak mereka. “Ini juga akan kita percepat supaya kegiatan belajar tetap berjalan, meskipun sementara,” terangnya.


Mengakhiri kunjungannya, Mahyeldi menyerahkan bantuan logistik di Posko Siaga Bencana Kecamatan Tanjung Raya di Ambacang, Nagari Koto Malintang. Bantuan mencakup mi instan cup, air mineral, selimut, makanan anak, kasur, family kit, lauk pauk, makanan siap saji, dan pakaian dewasa. Bantuan ini diharapkan dapat meringankan beban warga yang masih terisolasi maupun yang mengungsi.

(hms.sb)

×
Berita Terbaru Update