-->

Notification

×

Iklan

Iklan Display

Pemko Padang Panjang Mantapkan Data Relokasi, Stafsus PKP Janji Kawal Langsung ke Menteri

Jumat, 05 Desember 2025 | Desember 05, 2025 WIB | 0 Views Last Updated 2025-12-05T05:31:35Z
Wali Kota Padang Panjang Hendri Arnis menerima Stafsus Kementerian PKP di Pendopo Rumah Dinas untuk membahas percepatan relokasi warga terdampak banjir bandang.

Padang Panjang, MP----- Di tengah proses pemulihan bencana yang masih jauh dari selesai, Pemerintah Kota Padang Panjang bergerak cepat memastikan warga terdampak banjir bandang dan longsor memperoleh kepastian hunian. Wali Kota Padang Panjang, Hendri Arnis, malam tadi menerima kunjungan Staf Khusus Kementerian Pekerjaan dan Kawasan Permukiman (PKP) di Pendopo Rumah Dinas untuk membahas relokasi dan pembangunan rumah layak bagi warga yang kehilangan tempat tinggal.


Pertemuan tersebut memfokuskan pembahasan pada pemantapan data rumah yang harus direlokasi di tiga lokasi kritis: Silba, Koto Panjang, dan Koto Katik. Sebagian hunian warga di titik ini sudah mendapatkan bantuan pembangunan dari Ustaz Derry Sulaiman dan Willie Salim, namun masih banyak rumah yang belum tersentuh bantuan dan kini diajukan resmi ke Kementerian PKP.


“Kami sangat membutuhkan dukungan Pemerintah Pusat agar warga dapat kembali memiliki hunian yang aman dan permanen,” tegas Wali Kota. Ia menekankan bahwa data lapangan telah diverifikasi berlapis agar setiap usulan tepat sasaran dan sesuai kondisi nyata.


Stafsus PKP pada kesempatan itu menyampaikan komitmennya untuk mengawal langsung usulan Pemko Padang Panjang ke Menteri PKP, termasuk melakukan verifikasi lanjutan di lapangan. Langkah ini dinilai penting mengingat kompleksitas kerusakan dan urgensi relokasi di kawasan rawan.


Sinergi antara Pemko Padang Panjang, Pemprov Sumbar, dan Kementerian PKP disebut sebagai fondasi utama percepatan pemulihan. Pemerintah berharap kerja terpadu lintas instansi ini menghasilkan keputusan cepat, bantuan konkret, dan memastikan Padang Panjang dapat bangkit lebih kuat dari bencana.

(*)

×
Berita Terbaru Update