![]() |
| Kepala Lapas Kelas II A Padang, Junaidi Rison, menyampaikan capaian PNBP dan program lapas industri kepada awak media. |
Padang, MP----- Kepala Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas II A Padang, Junaidi Rison, bersama jajaran menjamu awak media yang selama ini aktif meliput kegiatan di lingkungan Lapas Kelas II A Padang dalam agenda coffee morning, Rabu (31/12) di kantornya, Jalan Muara Nomor 42, Kecamatan Padang Barat, Kota Padang, Sumatera Barat.
Didampingi Kepala Pengamanan Lapas Dimas Eka Putra dan Kepala Subbagian Keamanan Mellyadi Mulya, Junaidi Rison memaparkan berbagai capaian program, khususnya terkait peningkatan Penerimaan Negara Bukan Pajak (PNBP) melalui penguatan konsep lapas industri.
Menurutnya, transformasi lapas menjadi pusat kegiatan industri merupakan program strategis nasional yang menjadi perhatian utama Kementerian Imigrasi dan Pemasyarakatan, guna meningkatkan kemandirian warga binaan sekaligus kontribusi terhadap penerimaan negara.
“Alhamdulillah, khusus untuk Lapas Kelas II A Padang, target PNBP tahun 2025 telah melampaui target pusat hingga sekitar 25 persen. Ini menjadi motivasi bagi kami untuk menaikkan target di tahun 2026,” ujar Junaidi Rison.
Ia menjelaskan, industri unggulan Lapas Padang saat ini adalah produksi slipper sandal hotel, yang terbukti memberikan kontribusi signifikan terhadap capaian PNBP. Produk tersebut dihasilkan melalui pembinaan kerja warga binaan yang berorientasi pada kualitas dan kebutuhan pasar.
Seiring keberhasilan tersebut, pihaknya menegaskan komitmen untuk menaikkan target PNBP pada tahun 2026.
“Tahun ini target kita sekitar Rp32 juta, dan untuk tahun depan akan kita tingkatkan menjadi Rp35 juta. Lapas Padang termasuk lapas yang berani menaikkan target karena kami optimistis dengan potensi industri yang ada,” tambahnya.
Lebih lanjut, Junaidi Rison menyebutkan bahwa kebijakan peningkatan PNBP ini sejalan dengan fokus Menteri, yakni penguatan ketahanan pangan dan pembentukan lapas-lapas industri di seluruh Indonesia.
Melalui pendekatan ini, Lapas Kelas II A Padang tidak hanya berperan sebagai institusi pembinaan, tetapi juga sebagai pusat produktivitas yang memberikan manfaat ekonomi nyata bagi negara dan bekal keterampilan bagi warga binaan setelah bebas nanti.
(Rj/mp)
