-->

Notification

×

Iklan

Iklan Display

Lepas Kepulangan Presiden, Mahyeldi: Sumbar Tidak Sendiri Hadapi Bencana

Minggu, 21 Desember 2025 | Desember 21, 2025 WIB | 0 Views Last Updated 2025-12-21T01:29:13Z
Momen pelepasan kepulangan Presiden Prabowo Subianto di Bandara Internasional Minangkabau menandai berakhirnya kunjungan kerja Presiden di Sumbar.

Padang Pariaman, MP----- Gubernur Sumatera Barat (Sumbar) Mahyeldi Ansharullah bersama Wakil Gubernur Vasko Ruseimy melepas kepulangan Presiden Republik Indonesia Prabowo Subianto di Bandara Internasional Minangkabau (BIM), Kabupaten Padang Pariaman, Kamis (18/12/2025).

Gubernur Sumbar Mahyeldi Ansharullah bersama Wakil Gubernur Vasko Ruseimy berdialog santai di momen pelepasan kepulangan Presiden RI Prabowo Subianto di Bandara Internasional Minangkabau, Kabupaten Padang Pariaman, Kamis (18/12/2025).

Usai pelepasan, Mahyeldi menyampaikan rasa syukur atas kelancaran kunjungan kerja Presiden selama dua hari di Sumbar. Menurutnya, kehadiran Presiden Prabowo menjadi penguat moril sekaligus bukti nyata kehadiran negara di tengah masyarakat yang terdampak bencana hidrometeorologi.


“Kehadiran Bapak Presiden memberi semangat dan keyakinan bahwa masyarakat Sumatera Barat tidak sendiri menghadapi musibah ini. Seluruh agenda berjalan lancar dan kami berharap kunjungan ini mempercepat pemulihan pascabencana,” ujar Mahyeldi.


Presiden Prabowo melaksanakan kunjungan kerja pada 17–18 Desember 2025, didampingi sejumlah Menteri Kabinet Merah Putih. Pada hari pertama, Presiden memimpin rapat terbatas di Markas Kodam XX/Tuanku Imam Bonjol. Hari kedua, Presiden meninjau langsung sejumlah titik terdampak bencana di Sumbar.


Lokasi yang dikunjungi meliputi posko pengungsian dan hunian sementara di SD Negeri 5 Kayu Pasak, Kecamatan Palembayan, Kabupaten Agam; pembangunan Jembatan Bailey Padang Mantuang di Kayu Tanam, Kabupaten Padang Pariaman; serta ruas jalan nasional yang terputus di kawasan Lembah Anai, Kabupaten Tanah Datar.


Dalam kesempatan itu, Mahyeldi menyampaikan langsung kepada Presiden kebutuhan mendesak percepatan pembangunan infrastruktur, khususnya penambahan jembatan Bailey di berbagai daerah terdampak.


“Saat ini masih dibutuhkan sekitar 20 unit jembatan Bailey, termasuk di Padang Pariaman dan Kabupaten Solok, agar konektivitas masyarakat dapat segera pulih,” jelasnya.


Selain jembatan, Gubernur juga menekankan pentingnya percepatan pemulihan jalur strategis seperti Lembah Anai, Malalak, Padang Lua, dan jalur penghubung utama antarwilayah di Sumbar.


Mahyeldi turut menyoroti urgensi normalisasi sungai dan saluran irigasi guna memulihkan sektor pertanian dan perikanan masyarakat.


“Pemulihan pertanian sangat krusial, apalagi menjelang bulan puasa. Sawah, lahan pertanian, dan irigasi harus segera berfungsi agar produksi pangan tetap terjaga,” tegasnya.


Sementara itu, Wakil Gubernur Sumbar Vasko Ruseimy menilai kunjungan Presiden Prabowo menjadi dorongan kuat bagi pemerintah daerah untuk mempercepat pemulihan pascabencana.


“Kehadiran Presiden memberi energi dan arah yang jelas. Koordinasi pusat dan daerah semakin kuat agar pemulihan infrastruktur, ekonomi, dan kehidupan masyarakat berjalan lebih cepat dan terukur,” ujar Vasko.


Ia menegaskan, Pemprov Sumbar siap mengawal seluruh tindak lanjut hasil kunjungan Presiden agar dampaknya benar-benar dirasakan masyarakat di wilayah terdampak.

×
Berita Terbaru Update