-->

Notification

×

Iklan

Iklan Display

Pasca Banjir Bandang 28 November, Pemko Padang Kebut Normalisasi Sungai dan Irigasi Cegah Banjir Susulan

Minggu, 21 Desember 2025 | Desember 21, 2025 WIB | 0 Views Last Updated 2025-12-21T01:52:13Z
Proses pembersihan material pasir, lumpur, dan kayu di aliran Sungai Kuranji hingga kawasan Batu Busuk untuk mencegah pendangkalan dan banjir susulan.

Padang, MP----- Banjir bandang yang menerjang Kota Padang pada 28 November 2025 tidak hanya merendam permukiman warga, tetapi juga meninggalkan kerusakan serius pada alur sungai dan jaringan irigasi di berbagai wilayah. Arus deras saat kejadian mengikis tebing sungai, mengubah aliran air, serta memicu pendangkalan akibat endapan pasir, lumpur, kayu, dan bebatuan.

Alat berat milik Dinas PUPR Kota Padang melakukan normalisasi sungai di Kampung Tanjung, Kelurahan Gunung Sarik, pascabanjir bandang 28 November 2025.

Merespons kondisi tersebut, Pemerintah Kota Padang melalui Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) bergerak cepat melakukan normalisasi sungai dan saluran irigasi yang terdampak. Langkah ini dilakukan sebagai upaya mendesak untuk memulihkan fungsi pengendalian air sekaligus meminimalkan risiko banjir susulan.


Normalisasi dilakukan dengan mengerahkan alat berat guna mengangkat material sedimen, memperbaiki alur sungai, serta menata kembali tebing dan dinding saluran yang rusak. Sejumlah titik strategis menjadi prioritas penanganan, di antaranya Kampung Tanjung, Kelurahan Gunung Sarik, pada Jumat (19/12/2025).


Selain itu, pekerjaan normalisasi juga menyasar aliran Sungai Kuranji hingga kawasan Batu Busuk, serta beberapa sungai lain yang mengalami perubahan alur dan pendangkalan pascabanjir bandang.


Tidak hanya sungai besar, Dinas PUPR Kota Padang turut menangani jaringan irigasi yang terdampak di sejumlah wilayah, seperti Cupak Tangah Kecamatan Pauh, Kubu Utama Tabing Banda Gadang, Gurun Laweh, dan lokasi lain yang mengalami penyumbatan akibat material banjir.


Di setiap lokasi, alat berat difungsikan untuk membersihkan endapan material, melancarkan aliran air, serta memulihkan struktur irigasi yang rusak. Upaya ini diharapkan dapat mencegah genangan, menjaga suplai air pertanian, serta menekan potensi bencana hidrometeorologi saat curah hujan tinggi.


Dinas PUPR menegaskan, kegiatan normalisasi akan terus dilaksanakan secara bertahap dan berkelanjutan, dengan mempertimbangkan tingkat kerusakan dan urgensi di masing-masing wilayah.


Pemerintah Kota Padang juga mengimbau masyarakat, khususnya yang tinggal di sekitar bantaran sungai dan saluran irigasi, untuk tetap waspada serta berperan aktif menjaga kebersihan lingkungan dengan tidak membuang sampah ke aliran air.


Melalui normalisasi yang dilakukan secara menyeluruh, Pemko Padang berharap sistem sungai dan irigasi dapat kembali berfungsi optimal sebagai benteng perlindungan masyarakat dari ancaman banjir di masa mendatang.

(hms.pd/mp)

×
Berita Terbaru Update