![]() |
| Pelatih Enzo Maresca |
Inggris, MP----- Chelsea FC secara resmi mengakhiri kerja sama dengan pelatih kepala Enzo Maresca setelah satu setengah tahun kebersamaan. Keputusan tersebut diumumkan klub pada Kamis (1/1/2026), bertepatan dengan awal tahun baru.
Perpisahan ini terbilang mengejutkan karena terjadi menjelang laga krusial Premier League melawan Manchester City. Melalui pernyataan resmi di situs klub, Chelsea menyatakan bahwa keputusan tersebut diambil demi kepentingan tim ke depan.
“Chelsea dan pelatih kepala Enzo Maresca telah berpisah. Selama masa kepemimpinannya, Enzo membawa klub meraih gelar UEFA Conference League dan Piala Dunia Antarklub FIFA,” tulis manajemen Chelsea. Klub juga menyampaikan apresiasi atas kontribusi pelatih asal Italia tersebut yang dianggap telah meninggalkan catatan penting dalam sejarah terbaru The Blues.
Manajemen menilai pergantian pelatih menjadi langkah strategis mengingat Chelsea masih mengejar target besar di sisa musim. Klub London Barat itu masih bersaing di empat kompetisi, termasuk upaya mengamankan posisi untuk lolos ke Liga Champions musim depan.
Saat keputusan diambil, Chelsea berada di peringkat kelima klasemen sementara Premier League 2025–2026 setelah menjalani 19 pertandingan. Meski masih berada di papan atas, faktor non-teknis disebut menjadi alasan utama berakhirnya kerja sama dengan Maresca.
Hubungan Maresca dengan jajaran petinggi klub dikabarkan merenggang, terutama terkait kebijakan transfer pemain. Setelah mempersembahkan dua trofi, Maresca disebut kecewa karena tidak diberikan kewenangan penuh dalam menentukan rekrutan anyar dan diminta mengoptimalkan skuad yang sudah ada.
Situasi internal makin menjadi sorotan setelah Maresca absen dalam konferensi pers usai laga kontra Bournemouth pada Rabu (31/12/2025). Asistennya, Willy Caballero, menyebut absennya Maresca disebabkan kondisi kesehatan.
“Dia demam dua hari lalu, tetapi tetap memimpin latihan karena ingin mempersiapkan tim. Setelah pertandingan, dia merasa tidak enak badan dan meminta saya menggantikannya,” ujar Caballero.
Namun, sejumlah media Inggris, termasuk Yahoo Sports, meragukan alasan tersebut dan menilai absennya Maresca berkaitan dengan ketegangan internal klub. Keputusan menarik keluar Cole Palmer sebelum pertandingan berakhir juga memicu kekecewaan sebagian suporter.
Caballero menegaskan keputusan itu diambil demi menjaga kebugaran sang pemain. “Kami semua ingin pemain terbaik berada di lapangan, tetapi Cole baru pulih dari cedera panjang. Kami harus melindungi kondisinya agar bisa bermain hingga akhir musim,” tegasnya.
Dengan kepergian Maresca, Chelsea kini dihadapkan pada tantangan besar untuk menjaga konsistensi performa tim di tengah padatnya agenda kompetisi dan tekanan target musim ini.
(red.bl)
