![]() |
| Pemain Semen Padang FC menjalani sesi latihan |
Padang, MP----- Sabtu sore di Stadion I Wayan Dipta, Bali, akan menjadi panggung ujian sekaligus harapan baru bagi Semen Padang FC. Laga tandang perdana putaran kedua melawan Bali United FC, Sabtu (24/1/2026), bukan hanya soal tiga poin, tetapi tentang pembuktian dan kebangkitan.
Kekalahan 1-3 pada pertemuan pertama masih tersimpan dalam ingatan. Namun kali ini, Kabau Sirah datang dengan wajah berbeda. Sejumlah pemain asing baru direkrut untuk mengubah arah perjalanan tim yang terseok-seok di putaran pertama. Mereka membawa harapan, bukan hanya bagi tim, tetapi juga bagi suporter yang setia menunggu kabar baik.
Deretan nama seperti Guillermo Fernandez, Asyraq Gufron, Kianz Froese, Jaime Giraldo, Ravy Tsouka, Kazaki Nakagawa, hingga Boubakary Diara menjadi simbol perubahan. Di bawah mistar, Arthur masih dipercaya menjaga gawang, sementara pengalaman Alhasan Wakasso tetap diandalkan di lini belakang. Kehadiran kiper anyar Rendi Oscario Sroyer melengkapi komposisi tim yang kini lebih berwarna.
Namun jalan menuju kebangkitan tak pernah mudah. Bali United, sang tuan rumah, juga tampil dengan kekuatan penuh. Kehadiran penyerang anyar asal Jepang, Yachida, menambah daya gedor Laskar Tridatu yang telah diperkuat Boris Kopitovic, Brandon Wilson, Thijmen Goppel, Joao Ferrari, Mike Hauptmijer, Tim Receveur, dan Mirza Mustafic.
Bali United tentu tak ingin kehilangan poin di kandang sendiri. Saat ini mereka bertengger di peringkat ke-8 klasemen dengan 27 poin dari 17 pertandingan. Sebaliknya, Semen Padang FC masih berjuang di papan bawah, berada di posisi ke-17 dengan 10 poin dari jumlah laga yang sama.
Meski di atas kertas tidak diunggulkan, semangat revans dan keyakinan akan perubahan menjadi bekal utama Kabau Sirah. Di Pulau Dewata, Semen Padang FC ingin membuktikan bahwa mereka belum habis, dan perjuangan untuk bangkit masih terus menyala.
