Padang Pariaman, MP----- Di tengah hamparan kebun kelapa di Korong Tiram, Kecamatan Ulakan Tapakih, Kabupaten Padang Pariaman, kisah inspiratif datang dari seorang petani sederhana bernama Syamsir. Sehari - hari ia bekerja sebagai petani sekaligus pemetik buah kelapa. Namun siapa sangka, aktivitas rutinnya di kebun kini juga menjadi sumber penghasilan tambahan melalui media sosial.
![]() |
| Buah kelapa hasil panen, tampak tersusun rapi setelah dipetik dan dikupas dari sabutnya di kebun. |
Berbekal telepon genggam android sederhana, Syamsir mulai mengunggah video aktivitasnya saat bekerja di kebun, mulai dari memanjat pohon kelapa hingga memetik buah yang sudah matang. Video-video tersebut kemudian diunggah ke akun Facebook miliknya.
Syamsir mengaku awalnya hanya sekadar mencoba - coba setelah melihat banyak orang di media sosial yang mendapatkan penghasilan dari konten video.
“Awalnya saya hanya melihat di media sosial, katanya banyak orang dapat uang dari konten Facebook. Saya penasaran, lalu coba belajar sendiri secara otodidak lewat handphone. Iseng - iseng saja saya rekam aktivitas di kebun saat memetik kelapa, ternyata banyak yang menonton,” ungkap Syamsir saat berbincang dengan jurnalis di kebunnya, Sabtu (7/3/2026).
Tak disangka, video sederhana yang memperlihatkan aktivitasnya sebagai petani kelapa justru menarik perhatian banyak pengguna media sosial. Beberapa video yang diunggahnya bahkan ditonton ribuan hingga puluhan ribu kali.
Dari situlah Syamsir mulai memahami bahwa aktivitas sehari - hari yang dianggap biasa ternyata memiliki nilai tersendiri di mata publik.
“Alhamdulillah, sekarang dari Facebook sudah mulai ada hasilnya. Tidak besar, tapi cukup membantu ekonomi keluarga. Yang penting kita terus belajar dan konsisten membuat konten,” katanya.
Menurut Syamsir, ia tidak memiliki latar belakang di dunia teknologi maupun media digital. Semua yang ia lakukan dipelajari secara mandiri dari internet dan pengalaman mencoba sendiri.
“Tidak ada yang mengajari secara khusus. Saya belajar sendiri saja lewat handphone. Kadang lihat tutorial, kadang coba - coba sampai bisa. Yang penting berani mencoba,” tambahnya.
Kisah Syamsir pun menjadi inspirasi bagi warga sekitar. Aktivitas sederhana seorang petani yang memanjat pohon kelapa ternyata bisa menjadi konten menarik bagi banyak orang.
Wali Korong Tiram, Endri, mengapresiasi kreativitas warganya yang mampu memanfaatkan teknologi digital tanpa meninggalkan pekerjaan utama sebagai petani.
Menurut Endri, apa yang dilakukan Syamsir membuktikan bahwa media sosial bisa menjadi peluang ekonomi baru jika dimanfaatkan dengan baik.
“Pak Syamsir ini contoh nyata bahwa teknologi bisa dimanfaatkan oleh siapa saja, termasuk petani di kampung. Aktivitas sederhana yang selama ini dianggap biasa ternyata bisa menjadi konten yang menarik dan menghasilkan,” ujar Endri.
Ia berharap kisah Syamsir dapat memotivasi generasi muda di kampung untuk lebih kreatif dalam memanfaatkan teknologi digital.
“Ini bisa menjadi inspirasi bagi anak-anak muda di Korong Tiram. Kita tidak harus pergi jauh untuk sukses. Dari kampung pun bisa berkarya, bahkan dikenal banyak orang melalui media sosial,” tambahnya.
Di sela - sela percakapan, Syamsir tetap melanjutkan aktivitasnya memetik kelapa dengan lincah memanjat batang pohon yang menjulang tinggi. Sementara itu, ponselnya sesekali digunakan untuk merekam aktivitas yang nantinya akan diunggah kembali ke media sosial.
Bagi Syamsir, pekerjaan sebagai petani tetap menjadi yang utama. Media sosial hanyalah sarana tambahan untuk berbagi cerita kehidupan di kebun sekaligus membuka peluang rezeki baru.
“Yang penting tetap bekerja seperti biasa. Kalau video kita bisa menghibur orang dan ada rezekinya, tentu itu jadi bonus dari pekerjaan kita sehari - hari,” tutupnya dengan senyum sederhana.
(Rajo Alam)

