Agam, MP----- Akses Padang–Bukittinggi melalui jalur Malalak sempat terputus akibat longsor di sejumlah titik. Kementerian Pekerjaan Umum (PU) bergerak cepat melakukan pembersihan material longsor, pembukaan jalur, serta pemasangan jembatan sementara agar konektivitas antarwilayah kembali tersambung.
Menteri PU Dody Hangodo, saat meninjau langsung kondisi jalan Malalak, menegaskan komitmen pemerintah dalam menangani dampak longsor tersebut. Ia mengatakan penanganan dilakukan secara cepat, terpadu, dan mengutamakan keselamatan masyarakat.
“Kami memastikan penanganan darurat berjalan optimal agar akses Padang–Bukittinggi bisa segera pulih. Keselamatan pengguna jalan menjadi prioritas utama, sembari kami menyiapkan langkah penanganan permanen,” ujar Dody Hangodo.
Hingga saat ini, penanganan darurat masih terus berlangsung dengan fokus utama menghubungkan kembali ruas jalan yang terdampak serta memastikan aktivitas dan mobilitas masyarakat tetap berjalan.
Sementara itu, Direktur Preservasi Jalan dan Jembatan Wilayah I, Hendro Satrio, menjelaskan bahwa di lapangan tim teknis Kementerian PU bekerja tanpa henti untuk membuka keterisolasian akibat longsor di beberapa titik.
“Kami melakukan pembersihan material, perkuatan lereng, serta pemasangan jembatan sementara sebagai solusi cepat agar arus lalu lintas bisa kembali terhubung. Secara paralel, kajian teknis untuk penanganan permanen juga sudah kami siapkan,” jelas Hendro.
Ia menambahkan, penanganan permanen nantinya akan difokuskan pada penguatan struktur jalan dan lereng guna meminimalkan risiko longsor susulan, terutama mengingat kondisi geografis jalur Malalak yang rawan bencana.
Langkah-langkah tersebut merupakan bagian dari upaya pemulihan pascabencana agar mobilitas masyarakat serta aktivitas ekonomi di Sumatera Barat dapat kembali pulih secara bertahap.


