Padang Pariaman, MP----- Pembangunan Kampung Nelayan Merah Putih (KNMP) di wilayah Sumatera Barat menunjukkan progres signifikan. Proyek strategis nasional ini dilaksanakan di dua titik pantai barat, yakni Kelurahan Padang Sarai, Kecamatan Koto Tangah, Kota Padang, dan Desa Katapiang, Kecamatan Batang Anai, Kabupaten Padang Pariaman.
![]() |
| Pantai Ketaping bersiap menjadi kawasan wisata terpadu berbasis kearifan lokal. |
Dikerjakan sejak 19 September 2025 oleh kontraktor pelaksana PT Indopenta Bumi Permai dengan nilai kontrak lebih dari Rp13,7 miliar, proyek KNMP kini telah mencapai 76 persen progres pekerjaan.
![]() |
| Aktivitas pembangunan terus berjalan menuju tahap finishing di Kampung Nelayan Merah Putih. |
Pejabat Pembuat Komitmen (PPK) KNMP Padang Sarai, Katapiang, Seluma, dan Kaur, Bayu Eko Wibowo, mengatakan bahwa sisa pekerjaan sekitar 25 persen saat ini difokuskan pada tahap penyelesaian akhir.
![]() |
| Progres pembangunan Kampung Nelayan Merah Putih Katapiang–Padang Sarai yang kini telah mencapai 76 persen. |
“Yang tersisa itu pekerjaan finishing, pemasangan paving block, elektrikal, genset, WC, dan IPAL. Secara umum hampir seluruh kegiatan utama sudah selesai, tinggal tahap penyempurnaan,” ujar Bayu saat ditemui wartawan di sela kunjungan lapangan, Jumat (9/1/2026).
![]() |
| PPK KNMP Bayu Eko Wibowo menjelaskan capaian dan tahapan penyelesaian pembangunan Kampung Nelayan Merah Putih kepada media. |
Bayu menegaskan, tantangan ke depan bukan lagi pada pembangunan fisik, melainkan bagaimana masyarakat mampu mengoptimalkan keberadaan KNMP sebagai pemicu pertumbuhan ekonomi pesisir yang berkelanjutan.
Menurutnya, sejak awal kawasan ini dirancang tidak hanya sebagai kampung nelayan, tetapi juga dikembangkan dengan konsep wisata berbasis kearifan lokal, tanpa menghilangkan fungsi utama perikanan.
“Awalnya ini kawasan wisata. Kami bongkar dan tata ulang menjadi kampung nelayan dengan fasilitas perikanan lengkap, lalu dikombinasikan dengan konsep wisata. Kementerian Kelautan tidak mempermasalahkan karena kearifan lokal diperbolehkan,” jelasnya.
Ke depan, kawasan KNMP akan dilengkapi sentra kuliner terpusat, area penjualan makanan dan suvenir yang tertib dan bersih, serta lapangan voli pantai yang dapat dimanfaatkan untuk event masyarakat maupun lomba antar daerah. Seluruh area direncanakan gratis untuk pengunjung, dengan pengelolaan penuh diserahkan kepada koperasi setempat.
“Yang berbayar nanti hanya jasanya, seperti parkir atau belanja. Pengelolaannya sepenuhnya oleh koperasi. Pengurus koperasi juga sudah kami beri bimbingan agar pengelolaan KNMP ini berkelanjutan,” tambah Bayu.
Pasar ikan tradisional yang selama ini kurang representatif juga direncanakan dipindahkan ke kawasan KNMP, sehingga aktivitas jual beli ikan lebih tertata. Pedagang lama akan mendapat prioritas untuk berjualan di lokasi baru.
“Pasar ikan lama nantinya kita kembangkan menjadi destinasi wisata baru. Sepanjang Pantai Ketaping akan diarahkan menjadi kawasan wisata pesisir terpadu. Ombaknya relatif tenang dan aksesnya dekat dari Padang maupun Pariaman,” ujarnya.
Meski secara kontrak pekerjaan seharusnya rampung pada 31 Desember 2025, pemerintah memberikan perpanjangan waktu hingga 31 Januari 2026, dengan konsekuensi denda harian karena melewati masa kontrak.
Bayu menyatakan optimistis proyek akan selesai tepat waktu. Sebagian besar bobot pekerjaan telah terpenuhi dan tinggal penyempurnaan akhir, seperti pengecatan, pemasangan atap, dan lantai bangunan.
Program Kampung Nelayan Merah Putih merupakan bagian dari program prioritas Presiden Prabowo Subianto yang dijalankan oleh Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat pesisir, tidak hanya nelayan, tetapi juga pelaku usaha yang berkaitan dengan sektor perikanan.
“Ini baru satu dari lima tahapan bantuan. Selain infrastruktur, ke depan akan ada bantuan kapal, alat tangkap, pendingin, distribusi, hingga pemasaran. Bahkan sudah ada survei untuk bantuan jaring dan kapal perikanan,” ungkap Bayu.
Sumatera Barat sendiri dinilai memiliki potensi besar karena garis pantai yang panjang dan menjadi salah satu sentra produksi perikanan di Sumatera. Tidak menutup kemungkinan, pembangunan KNMP akan berlanjut ke daerah lain seperti Sasak (Pasaman Barat) dan Air Haji (Pesisir Selatan).
“Harapan kami, kehadiran KNMP benar-benar mampu menggerakkan ekonomi masyarakat pesisir dan menjadi contoh pembangunan berbasis potensi lokal,” pungkasnya.




