-->

Notification

×

Iklan

Iklan Display

Kazaki dan Harapan Kabau Sirah

Rabu, 21 Januari 2026 | Januari 21, 2026 WIB | 0 Views Last Updated 2026-01-21T00:16:40Z
Kazaki Nakagawa gelandang serang asal Jepang itu datang membawa semangat baru untuk membantu Kabau Sirah keluar dari zona degradasi.

Padang, MP----- Langkahnya tenang, sorot matanya penuh tekad. Kazaki Nakagawa datang ke Semen Padang FC bukan sekadar sebagai pemain asing, tetapi sebagai harapan baru di tengah situasi sulit yang tengah dihadapi Kabau Sirah.

Pemain asal Saitama, Jepang, kelahiran 3 Juli 1995 itu bergabung saat Semen Padang FC berada dalam tekanan zona degradasi. Situasi yang tak mudah, namun justru menjadi tantangan yang ingin ia jawab dengan kerja keras di atas lapangan.

Berposisi sebagai gelandang serang, Kazaki hadir membawa karakter khas pemain Jepang: disiplin, ulet, dan pantang menyerah. Dengan tinggi 175 sentimeter dan postur ramping, ia diharapkan mampu menjadi penghubung lini tengah dan lini depan, sekaligus pembuka ruang di pertahanan lawan.

Meski baru pertama kali merumput di kompetisi Indonesia, Kazaki tidak datang dengan tangan kosong. Cerita tentang kerasnya Liga Indonesia telah lebih dulu ia dengar dari rekan-rekannya sesama pemain Jepang yang sukses di Tanah Air. Dari sanalah ia menyiapkan mental dan fisiknya.

Sejak beberapa pekan terakhir, Kazaki sudah menyatu dalam latihan bersama tim dan mendapat arahan langsung dari pelatih kepala Dejan Antonic. Ia memahami betul, waktunya bukan untuk beradaptasi terlalu lama. Setiap pertandingan kini bernilai seperti final.

Di usia 30 tahun, Kazaki membawa pengalaman yang dibutuhkan Semen Padang FC—ketenangan di tengah tekanan dan keberanian mengambil keputusan di momen krusial. Ia datang bukan untuk membangun nama, melainkan untuk membantu tim bertahan dan bangkit.

Bersama Boubakary Diarra, Ravy Tsouka, Guilherme Fernandez, Kianz Froese, Jaime Glardo, dan seluruh skuad Kabau Sirah, Kazaki Nakagawa menaruh satu tujuan sederhana namun berat: membawa Semen Padang FC keluar dari zona merah dan tetap berdiri di kasta tertinggi sepak bola Indonesia.

(Ol/red)

×
Berita Terbaru Update