-->

Notification

×

Iklan

Iklan Display

Kemah Budaya Wartawan HPN 2026, Belajar Kearifan Hidup dari Suku Baduy

Sabtu, 17 Januari 2026 | Januari 17, 2026 WIB | 0 Views Last Updated 2026-01-17T00:04:46Z
Suasana foto bersama pelepasan peserta Kemah Budaya Wartawan yang akan mengikuti rangkaian HPN 2026 di perkampungan Suku Baduy, Banten.

Jakarta, MP----- Kemah Budaya Wartawan yang menjadi bagian dari rangkaian Hari Pers Nasional (HPN) 2026 menjadi terobosan baru dalam sejarah HPN sejak pertama kali digelar pada 1982. Untuk pertama kalinya, wartawan dan sastrawan diajak belajar langsung dari komunitas adat, dengan memilih perkampungan Suku Baduy di Desa Kanekes, Kecamatan Leuwidamar, Kabupaten Lebak, Provinsi Banten, sebagai lokasi kegiatan.

Ketua Umum Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) Pusat, Ahmad Munir, mengatakan Kemah Budaya Wartawan bukan sekadar kegiatan jurnalistik, tetapi juga ruang pembelajaran nilai-nilai kehidupan yang autentik.

“Di Baduy, teman-teman bisa belajar bagaimana menjaga alam dan hidup secara tradisional serta alami. Bahkan, masyarakat Baduy Dalam hidup tanpa internet, listrik, dan peralatan modern. Ini tempat yang tepat untuk capacity building, terutama di tengah situasi yang serba terbatas dan penuh tantangan,” ujar Munir saat melepas peserta Kemah Budaya di Aula PWI Pusat, Kebonsirih, Jakarta, Kamis (15/1/2026).

Munir yang akrab disapa Cak Munir itu didampingi Sekretaris Jenderal PWI Zulmansyah Sakedang, Ketua Departemen Seni, Musik, Film dan Budaya PWI Ramon Damora, serta Koordinator Kemah Budaya Wartawan Kunni Masrohati.

Di hadapan puluhan peserta yang terdiri dari wartawan dan sastrawan dari berbagai daerah, Cak Munir berpesan agar peserta benar-benar memahami dan menghormati kehidupan masyarakat Baduy yang tetap teguh menjaga ajaran leluhur, alam, serta tatanan sosial budaya mereka.

“Menarik untuk dipelajari bagaimana komunitas Baduy mampu bertahan dan menjaga nilai-nilai hidupnya di tengah derasnya arus kemajuan zaman. Karena itu, lakukan pendalaman materi terlebih dahulu dan patuhi seluruh larangan serta aturan adat setempat,” tegas Munir yang juga Ketua Dewan Pengawas LKBN Antara.

Kemah Budaya Wartawan akan berlangsung pada 16–17 Januari 2026 dan merupakan bagian dari rangkaian HPN 2026 yang dipusatkan di Provinsi Banten.

Menurut Koordinator Kemah Budaya Wartawan, Kunni Masrohati, kegiatan ini diprioritaskan bagi wartawan dan sastrawan perempuan, dengan komposisi peserta yang berimbang.

“Jumlah peserta sebanyak 41 orang dari berbagai daerah, seperti Jakarta, Lampung, Palembang, Surabaya, hingga Samarinda. Peserta perempuan menjadi jumlah terbanyak dalam kegiatan ini,” ujar Kunni.

Ia menambahkan, karya tulis peserta wajib dikirimkan ke email panitia paling lambat 21 Januari 2026 pukul 18.00 WIB. Seluruh karya akan dibukukan dan diluncurkan pada acara puncak HPN 2026 di Banten, 8 Februari 2026.

Mengingat kondisi geografis Kampung Baduy yang berupa perbukitan, panitia mengingatkan peserta agar memastikan kondisi kesehatan tetap prima, baik jasmani maupun rohani.

Rombongan peserta dijadwalkan diterima oleh Bupati Lebak sebelum melanjutkan perjalanan menuju homestay di Kampung Ketug, Desa Kanekes. Selain itu, peserta juga akan berdialog langsung dengan pemuka adat dan masyarakat Baduy untuk mendalami adat istiadat serta filosofi hidup mereka.

×
Berita Terbaru Update