![]() |
| Gubernur Sumatera Barat, Mahyeldi Ansharullah, menghadiri Rapat Paripurna HUT ke-22 Kabupaten Pasaman Barat di DPRD Pasbar. |
Pasaman Barat, MP----- Gubernur Sumatera Barat (Sumbar), Mahyeldi Ansharullah, menghadiri Rapat Paripurna DPRD Kabupaten Pasaman Barat (Pasbar) dalam rangka peringatan Hari Jadi ke-22 Pasbar, Rabu (7/1/2026). Kehadiran orang nomor satu di Sumbar itu menjadi penegasan dukungan pemerintah provinsi terhadap percepatan pembangunan Pasaman Barat.
Dalam sambutannya, Mahyeldi menilai peringatan hari jadi daerah bukan sekadar seremonial, melainkan momentum penting untuk menilai kembali arah dan capaian pembangunan yang telah ditempuh selama lebih dari dua dekade.
“Atas nama Pemerintah Provinsi Sumatera Barat, kami mengucapkan selamat Hari Jadi ke-22 Kabupaten Pasaman Barat. Semoga Pasbar terus tumbuh menjadi daerah yang maju dan masyarakatnya semakin sejahtera,” ujar Mahyeldi di hadapan peserta rapat paripurna.
Mahyeldi menekankan, Pasaman Barat memiliki fondasi yang kuat untuk berkembang lebih jauh. Selain memiliki jati diri masyarakat yang majemuk dan harmonis, Pasbar juga dianugerahi potensi sumber daya alam yang besar, khususnya di sektor pertanian, perkebunan, dan wilayah pesisir.
Menurutnya, selama 22 tahun berdiri, Pasaman Barat telah menunjukkan kemajuan signifikan, mulai dari pembangunan infrastruktur dasar, peningkatan layanan pendidikan dan kesehatan, hingga penguatan ekonomi masyarakat dan pelayanan publik. Capaian tersebut dinilai sebagai hasil kerja kolektif seluruh elemen daerah.
Sebagai salah satu sentra perkebunan kelapa sawit di Sumbar, Mahyeldi mendorong agar pengelolaan sektor tersebut ke depan tidak berhenti pada produksi bahan mentah. Ia menegaskan pentingnya hilirisasi, peningkatan nilai tambah, serta perlindungan terhadap petani dan pelaku usaha kecil agar manfaat ekonomi dapat dirasakan lebih luas.
Selain itu, Mahyeldi juga menyoroti keberadaan Pelabuhan Teluk Tapang yang dinilainya sebagai aset strategis daerah. Ia meminta agar pemanfaatan pelabuhan tersebut dioptimalkan secara bertahap dan terencana melalui sinergi antara pemerintah kabupaten, pemerintah provinsi, dan para pemangku kepentingan.
“Pelabuhan Teluk Tapang memiliki peran penting dalam mendukung distribusi hasil pertanian dan perkebunan, memperkuat konektivitas wilayah pesisir, serta mendorong pertumbuhan ekonomi masyarakat,” tegasnya.
Di sisi lain, Gubernur mengingatkan Pasaman Barat masih menghadapi tantangan serius, terutama terkait kerentanan terhadap bencana hidrometeorologi seperti banjir, abrasi, dan cuaca ekstrem. Oleh karena itu, ia menekankan perlunya penguatan mitigasi bencana, kesiapsiagaan masyarakat, serta pembangunan yang ramah lingkungan dan berkelanjutan.
“Memasuki usia ke-22, Pasaman Barat diharapkan semakin mantap menentukan arah pembangunan yang berkeadilan, berkelanjutan, dan berpihak pada kesejahteraan masyarakat,” pungkas Mahyeldi.
Sementara itu, Bupati Pasaman Barat, Yulianto, menyampaikan bahwa peringatan HUT ke-22 mengusung semangat keberlanjutan pembangunan menuju Pasaman Barat yang lebih maju. Ia mengajak seluruh elemen masyarakat menjadikan momentum hari jadi sebagai refleksi atas perjalanan daerah sejak resmi berdiri pada 7 Januari 2004.
“Saya menyampaikan penghormatan kepada para pendahulu, tokoh pendiri, dan pejuang pemekaran Kabupaten Pasaman Barat. Mari kita lanjutkan perjuangan mereka dengan kerja nyata demi Pasbar yang lebih baik,” ujar Yulianto.
Rapat Paripurna tersebut turut dihadiri Bupati Mandailing Natal, Provinsi Sumatera Utara, Saipullah Nasution, unsur Forkopimda, pimpinan dan anggota DPRD Pasbar, tokoh adat dan niniak mamak, serta jajaran kepala OPD di lingkungan Pemerintah Kabupaten Pasaman Barat.
(Pb/red)
