![]() |
| Menteri Dalam Negeri Muhammad Tito Karnavian foto bersama peserta usai memimpin Rapat Koordinasi Percepatan Rehabilitasi dan Rekonstruksi Pascabencana di Sumatera Barat. |
Padang, MP----- Menteri Dalam Negeri Republik Indonesia Muhammad Tito Karnavian menginstruksikan seluruh kepala daerah di Provinsi Sumatera Barat untuk segera melakukan pendataan kebutuhan jembatan gantung di wilayah masing-masing. Langkah ini merupakan bagian dari program nasional pembangunan 300 ribu jembatan gantung guna memperkuat konektivitas pedesaan dan menunjang aktivitas ekonomi masyarakat.
Arahan tersebut disampaikan Mendagri saat memimpin Rapat Koordinasi Percepatan Rehabilitasi dan Rekonstruksi Pascabencana di Sumatera Barat yang berlangsung di Auditorium Gubernuran, Selasa (13/1/2026).
Tito menegaskan, program jembatan gantung tidak hanya ditujukan untuk mengganti infrastruktur yang rusak akibat bencana, tetapi juga menyasar daerah-daerah pedesaan yang hingga kini belum memiliki akses penyeberangan yang aman dan layak.
Menurutnya, keberadaan jembatan gantung memiliki manfaat strategis, mulai dari meningkatkan keselamatan warga, mempermudah akses pendidikan, hingga memperlancar kegiatan ekonomi masyarakat.
“Masih ada warga yang harus menyeberangi sungai tanpa jembatan. Ini berisiko, terutama bagi anak-anak sekolah. Presiden Prabowo menaruh perhatian besar pada hal ini,” tegas Tito.
Ia meminta agar usulan pembangunan disusun berdasarkan data lapangan yang valid dan faktual, kemudian dikoordinasikan melalui gubernur sebelum disampaikan ke pemerintah pusat melalui Kemendagri.
Menanggapi arahan tersebut, Gubernur Sumatera Barat Mahyeldi Ansharullah menyatakan kesiapan Pemerintah Provinsi Sumbar untuk mengoordinasikan pendataan bersama pemerintah kabupaten dan kota.
Mahyeldi menilai program ini sebagai peluang besar bagi nagari-nagari yang masih menghadapi keterbatasan akses transportasi dan konektivitas antarwilayah. Pendataan akan segera dilakukan agar usulan dapat diajukan tepat waktu dan sesuai kebutuhan riil masyarakat.
Ia berharap program jembatan gantung ini mampu mempercepat pemerataan pembangunan serta meningkatkan kesejahteraan masyarakat pedesaan di Sumatera Barat.
(hms.sb)
