![]() |
| Ketua MPR RI Ahmad Muzani, selalu terlihat berpenampilan sederhana |
Jakarta, MP----- Ketua MPR RI Ahmad Muzani menerima audiensi Pengurus Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) Pusat di Gedung DPR/MPR Senayan, Selasa (13/1) sore. Pertemuan berlangsung hangat dan reflektif, membahas jurnalisme sebagai panggilan nurani serta peran strategis pers dalam kehidupan kebangsaan.
![]() |
| Ketua MPR RI Ahmad Muzani (tengah) menerima audiensi Pengurus PWI Pusat di Gedung DPR/MPR Senayan, Jakarta, Selasa (13/1), dalam pertemuan yang membahas nilai kemanusiaan dan peran pers bagi bangsa. |
Dalam suasana dialog yang cair, Muzani mengenang masa mudanya sebagai wartawan. Ia bercerita pernah mengikuti ujian wartawan muda PWI DKI Jakarta pada 1991. Salah satu pertanyaan ujian itu, menurutnya, sangat membekas hingga kini.
“Jika dalam meliput menemukan kecelakaan di jalan, mana yang didahulukan, membantu korban atau menulis berita?” tutur Muzani mengulang pertanyaan tersebut.
Ia mengaku memilih membantu korban terlebih dahulu sebelum memberitakan peristiwa itu. Sikap tersebut mengantarkannya lulus sebagai wartawan muda PWI.
“Bagi saya, kemanusiaan harus selalu di atas kepentingan apa pun,” tegas Muzani.
Ia menekankan, profesi wartawan bukan sekadar pekerjaan, melainkan panggilan hati untuk memperjuangkan kebenaran dan kepentingan rakyat.
“Saya tidak pernah merasa terpisah dari wartawan. Hati saya sampai sekarang masih wartawan,” ujarnya.
Muzani juga mengingatkan nilai-nilai dasar PWI sejak Kongres 1946 di Solo yang menempatkan pers sebagai alat perjuangan bangsa.
“Di PWI, wartawan disebut pejuang. Karena memperjuangkan kepentingan rakyat di atas kepentingan pribadi,” katanya.
Ketua Umum PWI Pusat Akhmad Munir menyambut baik refleksi yang disampaikan Ketua MPR RI tersebut. Menurutnya, kisah Muzani menjadi pengingat penting bagi insan pers tentang esensi jurnalisme.
“Jurnalisme sejati selalu bertumpu pada kebenaran dan kemanusiaan. Nilai-nilai inilah yang terus kami jaga di PWI,” ujar Munir yang juga Ketua Dewan Pengawas LKBN Antara.
Sementara itu, Sekretaris Jenderal PWI Pusat Zulmansyah Sekedang mengatakan audiensi ini juga menjadi bagian dari komunikasi PWI dengan pimpinan lembaga negara menjelang Hari Pers Nasional (HPN) 2026 di Banten.
“Kami secara resmi mengundang Ketua MPR RI untuk hadir pada HPN 2026. Kehadiran beliau akan menjadi kehormatan sekaligus penguat semangat insan pers,” ujarnya.
Dalam pertemuan tersebut, Muzani turut menyoroti perubahan lanskap jurnalistik di era digital, di mana peran pewarta kini juga dijalankan oleh netizen dan konten kreator.
“Dari pemberitaan mereka, kita sering mengetahui masih ada bantuan yang belum sampai dan penanganan yang belum optimal,” katanya.
Audiensi ini turut dihadiri jajaran pengurus PWI Pusat, di antaranya Bendahara Umum Marthen Selamet Susanto, Ketua Bidang Kemitraan dan Kerja Sama Ariawan, Ketua Bidang Hubungan Luar Negeri Irfan Junaidi, serta sejumlah ketua departemen lainnya.
(*)

