-->

Notification

×

Iklan

Iklan Display

Pemko Padang Panjang dan HBT Sumbar–Riau Godok Pembangunan Monumen Galodo Sumatera

Sabtu, 10 Januari 2026 | Januari 10, 2026 WIB | 0 Views Last Updated 2026-01-10T03:12:37Z
Wali Kota Padang Panjang Hendri Arnis saat meninjau kawasan Jembatan Kembar yang direncanakan menjadi lokasi monumen.

Padang Panjang, MP----- Pemerintah Kota Padang Panjang bersama Himpunan Bersatu Teguh (HBT) Sumbar–Riau mulai menggodok rencana pembangunan Monumen Galodo Sumatera sebagai tugu peringatan bencana sekaligus ruang refleksi dan edukasi kebencanaan bagi masyarakat.

Ketua HBT Sumbar–Riau Andreas Sofiandi menjelaskan konsep Monumen Galodo Sumatera kepada jajaran Pemko Padang Panjang.

Rencana tersebut diawali dengan peninjauan lokasi di kawasan Jembatan Kembar, Kelurahan Silaing Bawah, Kecamatan Padang Panjang Barat, Jumat (9/1/2026). Lokasi ini dipilih karena berada di jalur perlintasan utama yang ramai dilalui masyarakat, sehingga dinilai efektif sebagai media pengingat kolektif akan ancaman bencana alam.

Ketua HBT Sumbar–Riau, Andreas Sofiandi, menyampaikan bahwa monumen ini dirancang untuk mengenang para korban bencana galodo yang terjadi di berbagai wilayah Sumatera. Monumen tersebut direncanakan memuat nama-nama korban dari Aceh, Sumatera Utara, dan Sumatera Barat.

Menurut Andreas, selain sebagai simbol duka dan penghormatan, monumen ini juga diharapkan menjadi sarana pembelajaran agar masyarakat lebih sadar akan pentingnya mitigasi dan kesiapsiagaan bencana. Ia menambahkan, HBT terbuka terhadap penyesuaian konsep apabila terdapat kendala teknis maupun administratif di lapangan.

Tak hanya tugu peringatan, kawasan monumen juga direncanakan dilengkapi dengan musala, sehingga masyarakat yang melintas dapat singgah untuk beribadah dan mendoakan para korban. Target peresmian monumen diharapkan dapat dilakukan satu tahun pascabencana.

Wali Kota Padang Panjang, Hendri Arnis, mengapresiasi inisiatif HBT Sumbar–Riau yang memilih Padang Panjang sebagai lokasi pembangunan monumen kebencanaan tersebut. Ia menilai monumen ini akan memperkuat nilai edukasi sekaligus spiritualitas masyarakat.

Sementara itu, Anggota DPR RI Shadiq Pasadigoe menyatakan dukungannya terhadap rencana pembangunan Monumen Galodo Sumatera. Menurutnya, konsep monumen yang berpadu dengan fasilitas ibadah memberikan manfaat nyata bagi masyarakat, khususnya pengguna jalan lintas.

Peninjauan lokasi tersebut turut dihadiri Wakil Wali Kota Padang Panjang Allex Saputra, unsur OPD terkait, camat, dan lurah setempat.

(PJ/red)

×
Berita Terbaru Update