![]() |
| Sabo Dam Batang Malalo yang menahan material batu dan pasir saat banjir bandang. |
Tanah Datar, MP----- Warga Nagari Guguak Malalo, Kabupaten Tanah Datar, Sumatera Barat, merasakan langsung manfaat keberadaan Sabo Dam di Sungai Batang Malalo saat banjir bandang melanda wilayah tersebut. Infrastruktur pengendali sedimen ini terbukti efektif menahan material pasir, batu, dan lumpur yang terbawa derasnya arus dari hulu sungai.
![]() |
| Material sedimen dari hulu Sungai Batang Malalo tertahan di Sabo Dam, mengurangi dampak banjir ke permukiman warga. |
Saat debit air meningkat akibat hujan lebat, Sabo Dam berfungsi sebagai benteng awal yang meredam laju material berbahaya sebelum mencapai kawasan permukiman warga. Dampaknya, potensi kerusakan rumah, lahan pertanian, serta fasilitas umum dapat ditekan secara signifikan.
Salah seorang warga Malalo, Rizal Amri, mengakui peran besar Sabo Dam dalam mengurangi dampak banjir bandang yang selama ini menjadi ancaman serius bagi masyarakat di sekitar aliran Sungai Batang Malalo.
“Kalau tidak ada Sabo Dam, material batu dan pasir dari atas pasti langsung turun ke kampung. Sekarang sudah tertahan di hulu, dampaknya ke rumah warga jauh berkurang,” ujar Rizal Amri.
Hal senada juga disampaikan warga lainnya. Menurut mereka, selain menahan material sedimen, keberadaan Sabo Dam memberikan waktu berharga bagi masyarakat untuk bersiap dan meningkatkan kewaspadaan saat debit sungai mulai naik.
“Dulu air datang tiba-tiba membawa batu besar. Sekarang masih ada waktu untuk mengamankan barang dan keluarga karena alirannya tidak langsung menghantam kampung,” tutur salah seorang warga Malalo.
Selain mengurangi daya rusak banjir bandang, Sabo Dam Batang Malalo dinilai sebagai bukti nyata bahwa pembangunan infrastruktur pengendali sedimen tidak hanya bersifat teknis, tetapi juga menyentuh langsung aspek keselamatan dan ketenangan hidup masyarakat.
Keberhasilan fungsi Sabo Dam ini sekaligus mempertegas pentingnya keberlanjutan pembangunan infrastruktur mitigasi bencana di wilayah rawan bencana seperti Kabupaten Tanah Datar, demi melindungi masyarakat dari risiko bencana hidrometeorologi yang kian meningkat.
(Bt/red)

