-->

Notification

×

Iklan

Iklan Display

Warga Kuranji–Pauh Padang Masih Krisis Air Bersih Pascabanjir Bandang

Selasa, 20 Januari 2026 | Januari 20, 2026 WIB | 0 Views Last Updated 2026-01-20T08:57:59Z
Warga Kelurahan Binuang Kampuang Dalam, Kecamatan Pauh, Kota Padang, antre mengambil air bersih dari tandon bantuan BPBD akibat sumur warga mengering pascabanjir bandang, Minggu (18/1/2026).

Padang, MP----- Dampak banjir bandang yang menerjang kawasan hulu Kota Padang pada akhir November 2025 lalu masih dirasakan warga hingga kini. Di Kecamatan Kuranji dan Pauh, ratusan keluarga masih menghadapi krisis air bersih akibat mengeringnya mata air dan sumur dangkal yang selama ini menjadi sumber utama kebutuhan sehari-hari.

Kepala Pelaksana BPBD Kota Padang, Hendri Zulviton, mengatakan banjir bandang telah memicu perubahan kondisi lingkungan di wilayah hulu sehingga berimbas langsung pada ketersediaan air warga di kawasan hilir.

“Setelah banjir bandang, debit mata air dan sumur masyarakat menurun drastis, bahkan ada yang benar-benar kering. Kondisi ini masih berlangsung sampai sekarang,” ujarnya, Minggu (18/1/2026).

Untuk mengantisipasi kebutuhan mendesak warga, BPBD Kota Padang sejak masa tanggap darurat telah menyalurkan bantuan air bersih. Bantuan tersebut dilakukan melalui pemasangan tandon air di titik-titik permukiman serta distribusi air menggunakan mobil tangki yang bersumber dari jaringan PDAM.

Saat ini, BPBD telah menempatkan sekitar 80 unit tandon air di Kecamatan Kuranji dan Pauh. Dua unit mobil tangki air dikerahkan setiap hari untuk mengisi tandon tersebut secara bergilir.

“Distribusi air bersih akan terus kami lakukan setiap hari selama sumber air masyarakat belum pulih,” tegas Hendri.

Krisis air bersih ini dirasakan sangat berat oleh warga, salah satunya di Kelurahan Binuang Kampuang Dalam. Sejak banjir besar terjadi, sumur-sumur warga tidak lagi mengeluarkan air, sehingga seluruh kebutuhan rumah tangga bergantung pada pasokan dari truk tangki.

“Sudah hampir dua bulan sumur kami kering. Untuk mandi, masak, dan cuci, semuanya menunggu air dari tandon. Kalau telat diisi, kami benar-benar kesulitan,” ungkap Rina (37), warga setempat.

Hal senada disampaikan Andi (45), warga lainnya, yang berharap distribusi air dapat terus berlanjut hingga kondisi benar-benar pulih.

“Kami berharap bantuan air ini jangan berhenti dulu. Selama sumur belum hidup, kami sangat bergantung pada air kiriman,” ujarnya.

BPBD Kota Padang memastikan layanan distribusi air bersih tetap terbuka bagi seluruh warga terdampak. Masyarakat yang wilayahnya mengalami kekeringan dapat melaporkan kondisi tersebut melalui Pusdalops BPBD Kota Padang di nomor 0858 9152 2181.

Kepala Bidang Kedaruratan dan Logistik BPBD Kota Padang, Albanna, mengimbau warga menyampaikan laporan secara lengkap agar distribusi dapat berjalan lancar.

“Mohon sertakan alamat yang jelas dan data Kartu Keluarga untuk pendataan. Ini penting agar bantuan tepat sasaran dan dapat dipertanggungjawabkan,” jelasnya.

(Red/mp)

×
Berita Terbaru Update