Sumatera Utara, MP----- Siang dan malam, para pekerja terus bergerak tanpa jeda. Di tengah dinginnya udara pascabencana di Sumatera Utara, aktivitas pembangunan hunian bagi warga terdampak tak pernah berhenti. Tanpa banyak sorotan, mereka membangun satu demi satu rumah yang kelak menjadi tempat pulang, tempat memulai kembali kehidupan.
Hunian sementara hingga permanen yang dibangun ini bukan sekadar struktur fisik. Di balik setiap dinding yang berdiri, tersimpan lelah yang ditahan dan komitmen yang dijaga, demi satu tujuan utama: memastikan masyarakat terdampak bencana dapat kembali tinggal dengan aman dan layak.
Menteri Pekerjaan Umum (PU) Dody Hanggodo menegaskan bahwa percepatan pembangunan hunian merupakan bagian penting dari pemenuhan kebutuhan dasar masyarakat pascabencana. Menurutnya, hunian adalah fondasi utama pemulihan kehidupan sosial dan ekonomi warga.
“Hunian ini bukan hanya soal bangunan, tetapi soal rasa aman dan kepastian hidup masyarakat. Karena itu kami mendorong percepatan pembangunan agar warga terdampak bencana bisa segera kembali beraktivitas secara normal, aman, dan bermartabat,” ujar Menteri PU Dody Hanggodo.
Ia menjelaskan, Kementerian PU terus mengoptimalkan koordinasi lintas sektor serta memastikan kualitas bangunan tetap terjaga meski dikerjakan dalam kondisi darurat dan cuaca ekstrem. Proses pembangunan dilakukan secara bertahap namun terukur, dengan mengedepankan keselamatan dan kenyamanan penghuni.
Di lapangan, para pekerja bahu-membahu menyelesaikan pembangunan, menghadapi dinginnya malam dan tantangan medan pascabencana. Bagi mereka, setiap hunian yang rampung adalah simbol harapan baru bagi keluarga yang kehilangan tempat tinggal.
Pemerintah berharap, dengan tersedianya hunian yang aman dan layak, masyarakat terdampak bencana di Sumatera Utara dapat segera bangkit, menata kembali kehidupan, dan melanjutkan aktivitas sehari-hari dengan lebih tenang.
Pemulihan pascabencana, sebagaimana ditegaskan Menteri PU, bukan hanya soal membangun kembali infrastruktur, tetapi juga memulihkan rasa kemanusiaan, mengembalikan rumah sebagai tempat paling aman untuk pulang.
(bakom.ri)

