-->

Notification

×

Iklan

Iklan Display

Drainase Gajah Mada Dibersihkan, Warga Gunung Pangilun Apresiasi Upaya Cegah Banjir

Selasa, 24 Februari 2026 | Februari 24, 2026 WIB | 0 Views Last Updated 2026-02-24T06:13:53Z
Drainase di kawasan Gajah Mada dibersihkan, nampak tumpukan karung yang telah berisi sedimen dari dalam saluran, siap diangkut dan dibawa oleh petugas Bidang SDA Dinas PUPR Kota Padang keluar dari lokasi, Selasa (24/2)

Padang, MP----- Upaya mengantisipasi banjir saat musim hujan terus dilakukan Pemerintah Kota Padang. Melalui Bidang Sumber Daya Air (SDA) Dinas PUPR, kegiatan pembersihan drainase digelar di sepanjang Jalan Gajah Mada, Kelurahan Gunung Pangilun, seperti terlihat pada Selasa 24 Februari 2026.

Sedimen berupa pasir, lumpur, sampah plastik hingga material lain yang mengendap di dalam saluran diangkat satu per satu oleh petugas dari Bidang SDA Dinas PUPR Kota Padang. Material tersebut dimasukkan ke dalam karung, lalu diangkut menggunakan mobil operasional keluar dari lokasi. Pemandangan ini menjadi perhatian warga yang sehari - hari melintasi dan bermukim di kawasan tersebut.

Kegiatan pembersihan ini bukan sekadar rutinitas, tetapi langkah konkret untuk mengembalikan fungsi drainase agar mampu mengaliri air secara maksimal. Sebab, jika saluran tersumbat akibat sampah dan sedimentasi, dampaknya akan langsung terasa saat hujan deras mengguyur. Air meluap ke badan jalan, menggenangi permukiman, bahkan mengganggu aktivitas warga.

Salah seorang warga yang bertempat tinggal di jalan Gajah Mada, Rudi (45), yang ditemui jurnalis media momenpembaruan.com, mengaku lega melihat drainase yang selama ini dipenuhi endapan kini mulai bersih.

“Kalau hujan lebat, air sering naik ke jalan. Kami khawatir masuk ke rumah. Dengan dibersihkan seperti ini, tentu aliran air lebih lancar,” ujarnya, Selasa (24/2).

Hal senada disampaikan Yuliana (38), pedagang di sekitar lokasi. Menurutnya, genangan air saat musim hujan kerap membuat pembeli enggan singgah.

“Kalau banjir kecil saja, pembeli sudah malas berhenti. Mudah - mudahan setelah dibersihkan, tidak ada lagi air meluap ke jalan,” katanya.

Sementara itu, seorang tokoh masyarakat setempat, Syafrizal (52), menilai langkah ini sebagai bentuk kepedulian pemerintah terhadap lingkungan warga.

“Drainase ini urat nadi lingkungan. Kalau tersumbat, efeknya ke mana - mana. Kami sangat mendukung kegiatan seperti ini dan berharap rutin dilakukan,” tuturnya.

Kepala Dinas PUPR Kota Padang, Tri Hadiyanto melalui Kepala Bidang SDA, Wel Of Sanora, ST., MT., yang dihubungi jurnalis media momenpembaruan.com, menjelaskan bahwa pembersihan drainase tersebut merupakan bagian dari program operasional (OP) Bidang SDA Dinas PUPR Kota Padang.

“Kegiatan ini rutin kami lakukan setiap tahun. Tujuannya untuk menjaga agar fungsi drainase tetap maksimal dalam mengaliri air, terutama saat musim hujan. Dengan saluran yang bersih, kita dapat mencegah terjadinya banjir dan genangan di lingkungan masyarakat,” jelas Wel Of Sanora.

Ia menegaskan, persoalan utama yang sering ditemukan di lapangan adalah tumpukan sampah rumah tangga dan sedimentasi yang menutup aliran air. Karena itu, selain upaya teknis dari pemerintah, partisipasi masyarakat menjadi faktor kunci.

“Drainase yang sudah dibersihkan harus kita jaga bersama. Kami mengimbau masyarakat untuk selalu menjaga kebersihan lingkungan, terutama dengan tidak membuang sampah ke dalam saluran air. Buanglah sampah pada tempatnya. Jika kita peduli, maka risiko banjir bisa kita tekan bersama,” tegasnya.

Langkah pembersihan ini menjadi pengingat bahwa menjaga fungsi drainase bukan hanya tanggung jawab pemerintah, tetapi juga tanggung jawab kolektif seluruh warga. Sebab, banjir bukan semata akibat hujan deras, melainkan sering kali berawal dari kelalaian kecil yang dibiarkan menumpuk. Dengan kolaborasi dan kesadaran bersama, lingkungan yang bersih dan bebas genangan bukan sekadar harapan, melainkan keniscayaan.

(Rajo Alam/Red)

×
Berita Terbaru Update