-->

Notification

×

Iklan

Iklan Display

Irigasi Batang Anai II Kembali Mengalir, Harapan Petani Pariaman Bangkit Setelah 7 Tahun

Kamis, 12 Februari 2026 | Februari 12, 2026 WIB | 0 Views Last Updated 2026-02-12T04:37:46Z
Wakil Gubernur Sumbar Vasco Ruseimy didampingi Wali Kota Pariaman Yota Balad meninjau langsung aliran Irigasi Batang Anai II di Desa Marabau, Rabu (11/2/2026).

Pariaman, MP----- Setelah lebih dari tujuh tahun tak lagi dialiri air, Saluran Irigasi Batang Anai II di Desa Marabau, Kecamatan Pariaman Selatan, akhirnya kembali mengalir. Aliran air yang tampak deras pada Rabu siang (11/2/2026) menjadi penanda hidupnya kembali denyut pertanian di kawasan tersebut.

Aliran air kembali deras setelah tujuh tahun terhenti, disambut antusias para petani di Kecamatan Pariaman Selatan.

Peninjauan langsung dilakukan Wakil Gubernur Sumatera Barat, Vasco Ruseimy, didampingi Wali Kota Pariaman, Yota Balad. Keduanya menyusuri saluran irigasi yang telah diperbaiki Balai Wilayah Sungai (BWS) Sumatera V Padang, unit pelaksana teknis di bawah Kementerian Pekerjaan Umum.

Kembalinya fungsi irigasi ini bukan sekadar proyek teknis, melainkan jawaban atas penantian panjang para petani yang selama bertahun-tahun terpaksa bergantung pada air hujan dan sumur darurat untuk mengairi sawah mereka.

“Selama tujuh tahun ini petani kita seperti berjalan dalam ketidakpastian. Hari ini kita menyaksikan sendiri air kembali mengalir. Ini bukan hanya soal infrastruktur, tapi soal keberlangsungan hidup masyarakat,” tegas Wakil Gubernur Vasco Ruseimy.

Vasco menekankan, Pemerintah Provinsi Sumbar akan terus mengawal fungsi dan pemeliharaan jaringan irigasi agar kejadian serupa tidak terulang. Ia juga meminta adanya pengawasan berkala serta koordinasi lintas pemerintah daerah dan balai teknis pusat.

“Kita tidak ingin ini hanya mengalir hari ini lalu bermasalah lagi. Irigasi adalah urat nadi pertanian. Kalau tersumbat, ekonomi masyarakat ikut terhenti. Karena itu pengawasan dan perawatan harus menjadi prioritas,” ujarnya.

Secara investigatif, terhentinya aliran irigasi Batang Anai II selama bertahun-tahun diketahui akibat kerusakan struktur dan sedimentasi yang tidak tertangani optimal. Kondisi tersebut berdampak pada penurunan produktivitas lahan sawah di Desa Marabau dan sejumlah desa lain yang berada di sepanjang jalur irigasi.

Wali Kota Pariaman, Yota Balad, mengakui bahwa persoalan ini telah lama menjadi aspirasi masyarakat. Ia menyebut, berbagai upaya koordinasi dengan pemerintah provinsi dan kementerian terus dilakukan hingga akhirnya perbaikan dapat direalisasikan.

“Kami mendengar langsung keluhan petani. Setiap musim tanam selalu ada kecemasan karena air tidak mencukupi. Alhamdulillah, berkat sinergi dengan Pemprov Sumbar dan BWS Sumatera V, hari ini kita melihat hasilnya,” kata Yota.

Yota menambahkan, Pemerintah Kota Pariaman akan menyiapkan langkah pendampingan bagi petani, termasuk optimalisasi masa tanam dan peningkatan indeks pertanaman.

“Dengan air yang kembali normal, kita targetkan produktivitas meningkat. Kita dorong petani bisa tanam lebih dari satu kali dalam setahun. Ini momentum kebangkitan sektor pertanian Pariaman,” ujarnya.

Di lokasi peninjauan, puluhan petani tampak berkumpul menyaksikan aliran air yang mengisi kembali saluran irigasi. Beberapa di antaranya bahkan turun langsung ke sawah memastikan petak-petak lahan mereka kembali terairi.

Bagi warga Desa Marabau, air yang mengalir itu bukan sekadar debit yang deras, melainkan simbol harapan baru. Setelah tujuh tahun menghadapi ketidakpastian, kini mereka menatap musim tanam dengan optimisme.

Kembalinya fungsi Irigasi Batang Anai II diharapkan mampu menghidupkan kembali ratusan hektare lahan pertanian yang selama ini kurang produktif, sekaligus memperkuat ketahanan pangan di Kota Pariaman dan sekitarnya.

(tim-VR)

×
Berita Terbaru Update