-->

Notification

×

Iklan

Iklan Display

Kapolda Sumbar Konsolidasikan Tokoh Agama dan Adat, Tegaskan Komitmen Kamtibmas Selama Ramadan

Jumat, 27 Februari 2026 | Februari 27, 2026 WIB | 0 Views Last Updated 2026-02-27T11:05:25Z
Kapolda Sumbar Gatot Tri Suryanta dengan tokoh agama dan adat dalam buka puasa bersama di Mercure Hotel Padang.

Padang, MP----- Bulan suci Ramadan 1447 Hijriah dimanfaatkan Kapolda Sumatera Barat, Gatot Tri Suryanta, untuk memperkuat konsolidasi bersama tokoh agama, tokoh masyarakat, dan tokoh adat se-Sumatera Barat. Silaturahmi yang dikemas dalam buka puasa bersama di Mercure Hotel Padang, Rabu (26/2/2026), itu menjadi forum strategis membahas penguatan stabilitas keamanan dan ketertiban masyarakat (kamtibmas) sepanjang Ramadan hingga Idul Fitri.

Tidak sekadar seremoni, kegiatan bertajuk Marhaban Ya Ramadan tersebut diwarnai dialog terbuka antara pimpinan Polda Sumatera Barat dengan para pemuka agama dan adat. Kapolda duduk satu meja bersama para undangan, menegaskan pendekatan humanis dan komunikasi dua arah sebagai fondasi membangun kepercayaan publik.

Dalam sambutannya, Gatot Tri Suryanta menekankan bahwa menjaga keamanan bukan hanya tugas kepolisian, melainkan tanggung jawab kolektif seluruh elemen masyarakat. Ia mengingatkan, dinamika Ramadan kerap diiringi potensi gangguan seperti balap liar, perang petasan, tawuran remaja, hingga peredaran narkoba.

“Kami mengedepankan langkah preventif dan edukatif. Patroli akan ditingkatkan, pengamanan rumah ibadah diperkuat, dan titik-titik rawan kriminalitas terus dipantau. Namun peran tokoh agama dan adat sangat vital dalam membentengi generasi muda dari pengaruh negatif,” tegasnya.

Menurut Kapolda, sinergi dengan toga, toma, dan toda menjadi kunci menciptakan situasi yang aman dan kondusif. Ia juga memastikan jajaran kepolisian bertindak profesional dan tegas terhadap setiap pelanggaran hukum tanpa pandang bulu.

Forum tersebut turut dihadiri pejabat utama Polda Sumbar, unsur Forkopimda, serta perwakilan organisasi kemasyarakatan. Tausiah keagamaan yang mengisi rangkaian acara memperkuat pesan moral tentang pentingnya persatuan, keimanan, dan kepedulian sosial di tengah masyarakat.

Sejumlah tokoh yang hadir menyambut positif langkah Kapolda membuka ruang dialog secara langsung. Mereka menilai komunikasi yang intensif mampu meminimalisir kesalahpahaman sekaligus memperkuat kolaborasi dalam menjaga keamanan daerah.

Di tengah perkembangan sosial yang dinamis, Kapolda juga menegaskan komitmennya terhadap transparansi dan akuntabilitas. Ia membuka ruang kritik dan saran sebagai bagian dari evaluasi bersama demi peningkatan kualitas pelayanan Polri kepada masyarakat.

Pendekatan kultural menjadi strategi utama yang ditekankan dalam pertemuan tersebut. Di Ranah Minang yang menjunjung tinggi falsafah adat basandi syarak, syarak basandi Kitabullah, kolaborasi antara aparat penegak hukum dan pemuka adat dinilai sebagai kekuatan moral yang efektif dalam menjaga harmoni sosial.

Melalui momentum Ramadan ini, Kapolda Sumbar kembali menegaskan bahwa keamanan bukan sekadar jargon institusi, melainkan hasil kerja kolektif yang dibangun di atas komunikasi, kepercayaan, dan kebersamaan demi Sumatera Barat yang aman dan bermartabat.

(Red)

×
Berita Terbaru Update