-->

Notification

×

Iklan

Iklan Display

Monumen SMSI di Cilegon, Monumen Media Siber Pertama di Dunia

Minggu, 08 Februari 2026 | Februari 08, 2026 WIB | 0 Views Last Updated 2026-02-07T23:18:45Z
Wali Kota Cilegon Robinsar didampingi Ketua Umum SMSI Firdaus secara resmi meresmikan Monumen Serikat Media Siber Indonesia (SMSI) di Alun-alun Kota Cilegon, Provinsi Banten, Sabtu (7/2/2026).

Cilegon, MP----- Peresmian Monumen Serikat Media Siber Indonesia (SMSI) di Alun-alun Kota Cilegon, Provinsi Banten, menjadi tonggak sejarah baru bagi dunia pers. Monumen tersebut dinilai sebagai monumen media siber pertama, tidak hanya di Indonesia, tetapi juga di dunia.

Syamsu Rijon, anggota SMSI sekaligus jurnalis asal Kepulauan Mentawai, berfoto di depan Tugu Monumen Serikat Media Siber Indonesia (SMSI) di Alun-alun Kota Cilegon, Provinsi Banten.

Hal itu disampaikan Syamsu Rijon, anggota SMSI sekaligus jurnalis Javanese asal Kepulauan Mentawai, Provinsi Sumatera Barat, saat menghadiri peresmian Monumen SMSI pada Sabtu, 7 Februari 2026.

Dari kanan, Syamsu Rijon, Afridon Rajo Bungsu, Mebri Tanjung, Darmen Rajo Alam, SMSI Sumatera Barat berfoto bersama dengan latar belakang peresmian Monumen Serikat Media Siber Indonesia (SMSI) di Alun-alun Kota Cilegon, Provinsi Banten.

Menurut Syamsu, berdirinya Monumen SMSI menjadi simbol penting bagi perjalanan sejarah pers, khususnya media siber, di era modern saat ini. Ia menilai monumen tersebut bukan sekadar bangunan fisik, melainkan penanda bahwa wartawan dan perusahaan media juga mampu meninggalkan jejak peradaban.

“Wartawan dan pemilik media harus tahu sejarah yang ditorehkan oleh profesinya sendiri. Hari ini, SMSI berhasil menghadirkan sesuatu yang sangat berharga bagi generasi pers dan perusahaan media, yakni Monumen SMSI di alun-alun Kota Cilegon. Sepengetahuan saya, ini adalah yang pertama di dunia,” ujar Syamsu Rijon.

Ia menambahkan, hingga saat ini hanya terdapat dua monumen yang berkaitan langsung dengan dunia pers di Indonesia. Pertama adalah Monumen Wartawan yang berdiri di Kota Salatiga, Jawa Tengah, dan yang kedua adalah Monumen SMSI di Kota Cilegon.

“Artinya, pers Indonesia kini telah memiliki dua monumen bersejarah. Yang pertama di Salatiga, dan yang kedua inilah di Cilegon. Ini patut menjadi kebanggaan bersama insan pers,” katanya.

Senada dengan itu, Afridon Rajo Bungsu, pengurus SMSI Kabupaten Padang Pariaman–Kota Pariaman, menilai peresmian Monumen SMSI sebagai simbol persatuan dan kekuatan media siber nasional.

“Monumen ini bukan hanya milik SMSI, tapi milik seluruh insan pers Indonesia. Ini menegaskan bahwa media siber telah menjadi pilar penting demokrasi dan pembangunan bangsa,” ujar Afridon.

Ia berharap Monumen SMSI dapat menjadi ruang refleksi sejarah pers serta pengingat tanggung jawab moral wartawan dalam menjaga independensi, profesionalisme, dan etika jurnalistik.

Sementara itu, Mebri Tanjung, jurnalis asal Kabupaten Kepulauan Mentawai, menyebut Monumen SMSI sebagai sumber inspirasi bagi wartawan daerah, khususnya yang bertugas di wilayah kepulauan dan terluar.

“Bagi kami jurnalis di daerah kepulauan seperti Mentawai, monumen ini adalah simbol bahwa suara daerah juga diakui dalam sejarah pers nasional. Ini memberi semangat bahwa wartawan di manapun berada memiliki peran yang sama pentingnya,” ungkap Mebri.

Sebagai jurnalis sekaligus pelaku usaha media massa, Syamsu Rijon mengaku bangga dapat menjadi saksi langsung peresmian Monumen SMSI, terlebih kegiatan tersebut merupakan bagian dari rangkaian peringatan Hari Pers Nasional (HPN) 2026 yang dipusatkan di Provinsi Banten.

Ia berharap, keberadaan Monumen SMSI dapat menjadi sumber inspirasi bagi generasi muda pers dan pemilik perusahaan media di seluruh Indonesia.

“Monumen ini harus menjadi mimpi dan tujuan bagi generasi muda pers, agar suatu saat mereka datang, melihat, dan memahami bahwa pers juga punya sejarah dan kehormatan yang patut dijaga,” tutupnya.

Peresmian Monumen SMSI dihadiri oleh jajaran pengurus dan anggota SMSI dari tingkat pusat, provinsi, kabupaten, hingga kota se-Indonesia. Turut hadir Dewan Pers, Wali Kota Cilegon Robinsar, Wakil Wali Kota Fajar Hadi Prabowo, tokoh masyarakat, unsur Forkopimda, serta sejumlah undangan lainnya.

(Rajo Alam)

×
Berita Terbaru Update