-->

Notification

×

Iklan

Iklan Display

Padang Mantap Menuju Kota Gastronomi Dunia

Rabu, 11 Februari 2026 | Februari 11, 2026 WIB | 0 Views Last Updated 2026-02-11T02:34:49Z
Wali Kota Padang Fadly Amran berfoto bersama tim penilai dan stakeholder usai penandatanganan adendum PMK3I sebagai langkah menuju Kota Gastronomi Dunia.

Padang, MP----- Pemerintah Kota Padang resmi memulai tahapan strategis menuju Kota Gastronomi Dunia. Wali Kota Padang, Fadly Amran, menandatangani adendum Berita Acara Uji Petik Penilaian Mandiri Kabupaten/Kota Kreatif Indonesia (PMK3I) di Gedung Film Pesona Indonesia, Senin (9/2/2026).

Penandatanganan adendum tersebut menandai perubahan subsektor ekonomi kreatif unggulan Kota Padang, dari sebelumnya seni pertunjukan menjadi subsektor kuliner. Perubahan ini merupakan hasil kajian mendalam yang melibatkan berbagai pemangku kepentingan.

“Setelah dilakukan kajian bersama seluruh stakeholder, disimpulkan bahwa Kota Padang beralih ke subsektor kuliner. Ini untuk memperkuat posisi Padang dalam upaya menjadi kota gastronomi dunia dan bergabung dalam jejaring UNESCO Creative Cities Network (UCCN),” ujar Fadly Amran.

Menurutnya, perubahan subsektor ini bukan sekadar administratif, tetapi merupakan langkah strategis untuk mengangkat kekuatan utama Kota Padang yang selama ini dikenal luas melalui kekayaan kulinernya.

Fadly Amran juga mengungkapkan bahwa proses menuju pengakuan internasional sebagai Kota Gastronomi Dunia membutuhkan waktu sekitar dua tahun.

“Timeline sudah kami hitung, kurang lebih dua tahun. Yang terpenting, Kota Padang sudah berada di jalur yang tepat, dan seluruh tahapan menuju Kota Gastronomi Dunia akan kita jalani secara maksimal dan terukur,” tambahnya.

Dukungan terhadap langkah Kota Padang juga datang dari Yuliana Rini, perwakilan Tim Pengembangan Kabupaten/Kota Kreatif (KaTa Kreatif). Ia menilai perubahan subsektor tersebut sangat relevan dengan karakter dan potensi Kota Padang.

“Pada dasarnya, core Kota Padang memang sangat kuat di kuliner. Pada pendataan awal lebih menonjol seni pertunjukan, namun dengan perkembangan metode penilaian saat ini, sudah sangat tepat jika subsektor kuliner dijadikan lokomotif kota kreatif,” ungkap Yuliana.

Dengan perubahan ini, Kota Padang kian memantapkan langkahnya untuk menembus jejaring kota kreatif dunia dan memperkuat identitasnya sebagai salah satu pusat gastronomi unggulan Indonesia.

(Hm.pd)

×
Berita Terbaru Update