-->

Notification

×

Iklan

Iklan Display

SMSI Ingatkan Tantangan Jurnalis Digital di HPN 2026 Banten

Sabtu, 07 Februari 2026 | Februari 07, 2026 WIB | 0 Views Last Updated 2026-02-06T23:58:17Z
Ketum SMSI Drs. Firdaus, M.Si menyampaikan arahan tentang tantangan jurnalisme di era digitalisasi.

Serang, MP----- Ketua Serikat Media Siber Indonesia (SMSI) Provinsi Banten, Lesmana Bangun, membuka rangkaian kegiatan pada Jumat malam (6/2/2026) di kawasan Villa Pisita Anyer, Kabupaten Serang, Provinsi Banten, dalam suasana hangat dan penuh kebersamaan. Kegiatan ini digelar usai rombongan melepas penat setelah menempuh perjalanan Ekspedisi Budaya dan Sejarah Banten dalam rangka Hari Pers Nasional (HPN) 2026 di Provinsi Banten.

Suasana kebersamaan jajaran pengurus SMSI dalam agenda Ekspedisi Budaya dan Sejarah Banten.

Ekspedisi tersebut menjadi bagian penting dari refleksi jurnalisme berbasis sejarah dan budaya. Perjalanan pada Jumat (6/2) diawali dari kawasan cagar budaya Kesultanan Banten, dilanjutkan ke Museum Multatuli di Kabupaten Lebak, kemudian di Kabupaten Pandeglang, dan berakhir di Villa Pisita Anyer. Rangkaian ini tidak hanya menjadi agenda kunjungan, tetapi juga ruang pembelajaran tentang akar peradaban serta nilai-nilai historis yang melekat kuat di Tanah Banten.

“Perjalanan Ekspedisi Budaya dan Sejarah Banten telah kita mulai dari kawasan cagar budaya Kesultanan Banten, kemudian ke Museum Multatuli di Kabupaten Lebak, dan dilanjut ke Kabupaten Pandeglang. Jumat malam ini kita kembali berkumpul di Villa Pisita Anyer, setelah melepas lelah sejenak, untuk mendengarkan sedikit arahan dari Ketua Umum SMSI,” ujar Lesmana Bangun saat membuka acara.

Dalam arahannya, Ketua Umum SMSI Pusat, Drs. Firdaus, M.Si, menegaskan bahwa profesi jurnalis menghadapi tantangan yang semakin kompleks di era digitalisasi, terutama dalam menjawab maraknya berita hoaks dan disinformasi yang dengan cepat menyebar di ruang publik.

Menurut Firdaus, jurnalis yang tergabung dalam SMSI dituntut untuk lebih profesional dan bertanggung jawab, dengan mengedepankan verifikasi serta penyajian berita berbasis data yang akurat. “Di era digital saat ini, hoaks hanya bisa dilawan dengan data. Produk jurnalistik SMSI harus kuat secara fakta, terukur, dan dapat dipertanggungjawabkan,” tegasnya.

Ia juga menyoroti tantangan perusahaan media siber yang tergabung dalam SMSI dalam membangun peluang kerja sama dengan pemerintah. Seiring perkembangan teknologi informasi, lembaga dan instansi pemerintah kini telah memiliki saluran publikasi sendiri.

“Ini menjadi tantangan sekaligus peluang bagi media. Keunggulan pers ada pada keakuratan data, kedalaman analisis, dan kemasan berita yang profesional. Ketika media menyajikan berita berbasis data yang valid, maka kepercayaan publik akan tumbuh,” jelas Firdaus.

Pada kesempatan tersebut, Firdaus juga menyinggung soliditas organisasi dan pentingnya kehadiran pengurus SMSI di setiap daerah, khususnya pada agenda nasional berskala besar seperti HPN 2026.

“Kehadiran pengurus daerah sangat penting. Jika kurang antusias hadir dalam kegiatan nasional seperti ini, lalu bagaimana mengembangkan organisasi dan ikut membangun bangsa. Saya minta pengurus di daerah dievaluasi, atau sebaiknya mundur dari kepengurusan SMSI,” ujarnya dengan tegas.

Rangkaian pernyataan tersebut sejalan dengan tema besar HPN 2026, “Pers Sehat, Ekonomi Kuat, Indonesia Bermartabat.” Tema ini menegaskan bahwa pers yang sehat, profesional, dan berintegritas menjadi fondasi penting bagi penguatan ekonomi nasional serta terwujudnya Indonesia yang bermartabat.

Melalui kegiatan Ekspedisi Budaya dan Sejarah Banten yang ditutup dengan pertemuan di kawasan Anyar, Kabupaten Serang, SMSI meneguhkan komitmennya menjadikan HPN bukan sekadar seremoni, melainkan momentum memperkuat peran pers sebagai penjaga akal sehat publik—pers yang sehat untuk ekonomi yang kuat, demi Indonesia yang bermartabat.

(Rajo Alam)

×
Berita Terbaru Update