![]() |
| Suasana konferensi pers bersama awak media membahas kesiapan Polri dalam memastikan mudik Lebaran berlangsung aman dan lancar. |
Jakarta, MP----- Kepolisian Negara Republik Indonesia (Polri) menegaskan bahwa pengamanan arus mudik Lebaran tahun ini tidak hanya mengandalkan rekayasa lalu lintas seperti sistem one way dan contraflow, tetapi juga memperkuat layanan publik berbasis digital guna memberikan respons cepat terhadap berbagai situasi darurat di perjalanan.
Salah satu layanan yang dioptimalkan adalah layanan darurat 110, yang memungkinkan masyarakat melaporkan kejadian secara cepat ketika menghadapi kecelakaan lalu lintas, gangguan keamanan, hingga kendala kendaraan selama perjalanan mudik.
Melalui sistem tersebut, laporan masyarakat akan langsung terhubung dengan Command Center Polda atau Polres terdekat, sehingga petugas di lapangan dapat segera bergerak menuju lokasi kejadian untuk memberikan penanganan cepat.
Polri menegaskan komitmennya untuk menciptakan suasana "MudikAmanBahagia" serta memastikan seluruh masyarakat dapat melakukan perjalanan dengan aman, nyaman, dan selamat hingga sampai di kampung halaman.
Wakapolri Dedi Prasetyo mengatakan, kehadiran layanan 110 menjadi bagian penting dari strategi pengamanan mudik tahun ini, karena masyarakat dapat dengan mudah mengakses bantuan polisi hanya melalui telepon genggam.
“Polri juga terus meningkatkan layanan kepada masyarakat melalui berbagai fasilitas, termasuk layanan darurat 110 yang dapat diakses masyarakat selama perjalanan mudik. Kami ingin memastikan bahwa kehadiran polisi dapat dirasakan hanya dalam genggaman tangan melalui layanan 110,” ujar Dedi saat konferensi pers persiapan mudik Lebaran di Gedung Bina Graha, Rabu (11/3).
Ia menjelaskan, ketika laporan masuk ke sistem, teknologi akan secara otomatis melacak posisi pelapor. Selanjutnya, petugas di pos pengamanan atau pos pelayanan terdekat akan segera diarahkan menuju lokasi untuk memberikan bantuan dalam waktu singkat.
“ Saat laporan masuk, sistem akan melacak posisi pelapor dan menginstruksikan petugas di posko terdekat untuk bergerak dalam hitungan menit,” tegasnya.
Dengan integrasi teknologi tersebut, Polri berharap masyarakat dapat merasa lebih aman selama perjalanan mudik, karena bantuan aparat kepolisian dapat diakses dengan cepat kapan pun dibutuhkan. Selain itu, optimalisasi layanan ini juga menjadi bagian dari upaya Polri dalam meningkatkan kualitas pelayanan publik di bidang keamanan dan keselamatan masyarakat selama momentum arus mudik Lebaran.
(Red/Jkt)
