![]() |
| Penyaluran beras dalam program Gerakan Pangan Murah Polri yang menyasar lebih dari 20 ribu warga di Sumatera Selatan menjelang Idul Fitri 1447 H. |
Palembang, MP----- Menjelang meningkatnya kebutuhan bahan pokok saat Ramadan hingga Idul Fitri 1447 H, Kepolisian Daerah Sumatera Selatan (Polda Sumsel) menggelar Gerakan Pangan Murah Polri secara serentak di 47 titik yang tersebar di seluruh kabupaten dan kota di wilayah Sumatera Selatan.
Melalui program tersebut, Polda Sumsel bersama Perum Bulog dan pemerintah daerah menyalurkan 135,5 ton beras kepada 20.325 warga. Langkah ini dilakukan sebagai upaya konkret menjaga stabilitas harga bahan pokok di tengah potensi lonjakan harga menjelang Lebaran sekaligus memperkuat ketahanan pangan nasional.
Pemusatan kegiatan dipimpin langsung Kapolda Sumsel, Sandi Nugroho, di halaman Gudang Bulog Sukamaju, Kecamatan Sako, Palembang, Jumat pagi. Kegiatan tersebut juga dihadiri Gubernur Sumatera Selatan Herman Deru, jajaran Forkopimda, perwakilan Kodam II/Sriwijaya, Kejaksaan Tinggi Sumatera Selatan, serta pimpinan Bulog wilayah Sumsel - Babel.
Dalam keterangannya, Kapolda menegaskan bahwa ketahanan pangan bukan sekadar isu ekonomi, melainkan persoalan strategis yang berhubungan langsung dengan stabilitas keamanan dan ketertiban masyarakat.
Menurutnya, setiap menjelang Idul Fitri, permintaan bahan pokok cenderung meningkat dan berpotensi memicu lonjakan harga di pasar. Karena itu, intervensi melalui Gerakan Pangan Murah menjadi langkah penting untuk memastikan masyarakat tetap memiliki akses terhadap kebutuhan pokok dengan harga terjangkau.
“Ketahanan pangan tidak hanya menyangkut ketersediaan bahan pokok, tetapi juga menyangkut stabilitas sosial masyarakat. Karena itu Polri hadir untuk memastikan masyarakat dapat memperoleh kebutuhan pangan dengan harga yang terjangkau,” tegas Sandi.
Program Gerakan Pangan Murah ini juga menjadi bagian dari sinergi antara Polri, pemerintah daerah, dan Bulog dalam menjaga rantai distribusi pangan tetap lancar, sekaligus mencegah praktik penimbunan maupun spekulasi harga yang kerap muncul saat momentum hari besar keagamaan.
Dengan penyebaran di puluhan titik di seluruh Sumatera Selatan, diharapkan program ini mampu menekan gejolak harga di pasar sekaligus membantu masyarakat menghadapi lonjakan kebutuhan menjelang Lebaran.
(Sml/red)
