Padang, MP----- Pagi di Bungus Teluk Kabung terasa berbeda. Di antara hamparan sawah yang mulai menghijau, deru aktivitas proyek pembangunan jaringan air terdengar jelas. Bagi masyarakat setempat, terutama para petani, pekerjaan ini bukan sekadar proyek infrastruktur, melainkan jawaban atas harapan panjang akan ketersediaan air yang selama ini menjadi persoalan utama.
Pemerintah melalui SNVT PJPA WS IAKR Provinsi Sumatera Barat, Balai Wilayah Sungai Sumatera V (BWSS-V) Padang, Direktorat Jenderal Sumber Daya Air, Kementerian Pekerjaan Umum RI, tengah melaksanakan proyek pengembangan jaringan air tanah dan air baku di sejumlah titik di Kecamatan Bungus Teluk Kabung, Kota Padang. Proyek yang dipercayakan kepada PT Brantas Abipraya (Persero) ini telah dimulai sejak 15 September 2025, dengan nilai kontrak Rp13.976.074.000 yang bersumber dari APBN 2025 dan masa pelaksanaan selama 228 hari kalender.
Lokasi pekerjaan mencakup Bungus Barat 1, Bungus Barat 2, Bungus Barat 3, Bungus Timur, Teluk Kabung 1 dan 2, Sungai Pisang, hingga Koto Lalang. Seluruh pekerjaan berada di bawah pengawasan konsultan individual sesuai kontrak Nomor HK.02.03/01/SNVT-PJPA-WS.IAKR/ATAB-II/IX/2025.
Di lapangan, Selasa (April 2026), tim media MP menyaksikan langsung progres pekerjaan yang berjalan. Aktivitas konstruksi tampak berlangsung lancar, tanpa gangguan berarti. Lebih dari itu, suasana di sekitar lokasi justru dipenuhi harapan dan optimisme dari masyarakat.
Plt Camat Bungus Teluk Kabung, Zulfahmi, yang ditemui tim media MP di kantornya, Kamis (9/4), menyampaikan bahwa proyek ini menjadi solusi nyata atas kebutuhan dasar masyarakat, khususnya petani.
“Alhamdulillah, proyek ini sangat membantu masyarakat kami, terutama petani. Selama ini persoalan utama adalah ketersediaan air. Dengan adanya pembangunan ini, kita berharap distribusi air menjadi lebih merata dan berkelanjutan,” ujarnya.
Ia juga menegaskan bahwa dukungan masyarakat terhadap proyek ini sangat kuat, sehingga pelaksanaan pekerjaan berjalan kondusif.
“Pembangunan ini sangat didukung oleh masyarakat. Hingga saat ini tidak ada gangguan di lokasi pekerjaan. Justru masyarakat berharap pembangunan ini bisa segera selesai agar mereka dapat merasakan manfaatnya secepat mungkin,” kata Zulfahmi.
Lebih lanjut, ia berharap pekerjaan yang dilaksanakan oleh PT Brantas Abipraya dapat diselesaikan tepat waktu sesuai target yang telah ditentukan.
“Kami berharap pekerjaan ini dapat segera diselesaikan sesuai waktu yang telah ditentukan, sehingga kebutuhan air irigasi untuk lahan sawah dapat segera terwujud. Dengan begitu, kekhawatiran petani terhadap kekurangan air bisa terjawab,” tambahnya.
Senada dengan itu, Zulfahmi, Petugas Penyuluh Pertanian (PPL) di wilayah Bungus Teluk Kabung menilai proyek ini akan memberikan dampak signifikan terhadap peningkatan produktivitas pertanian.
“Jika air tersedia dengan baik, petani bisa meningkatkan intensitas tanam. Dari yang sebelumnya satu kali tanam, bisa menjadi dua hingga tiga kali dalam setahun. Ini tentu berdampak pada peningkatan pendapatan mereka,” jelasnya.
Ia juga menambahkan bahwa ketersediaan air yang memadai akan membuka peluang bagi petani untuk mengembangkan berbagai komoditas pertanian yang lebih bernilai ekonomi.
Di sisi lain, rasa syukur dan kebahagiaan terpancar dari para petani yang ditemui di lokasi. Mereka mengaku proyek ini telah lama dinantikan, mengingat selama ini mereka sangat bergantung pada curah hujan.
“Kalau musim kemarau, sawah kami sering kering. Kami hanya bisa berharap hujan. Sekarang kami sangat senang, mudah-mudahan airnya bisa lancar sampai ke sawah,” ungkap seorang petani di Bungus Barat.
Petani lainnya juga menyampaikan harapan serupa. “Kami merasa diperhatikan. Ini bukan hanya soal air, tapi soal masa depan kami sebagai petani,” katanya dengan wajah penuh optimisme.
Masyarakat berharap proyek ini dapat selesai tepat waktu dan memberikan manfaat jangka panjang, tidak hanya untuk irigasi pertanian tetapi juga untuk menunjang kebutuhan air bersih di wilayah tersebut.
Dengan pengawasan yang ketat serta dukungan penuh dari masyarakat, proyek pengembangan jaringan air ini diharapkan mampu menjadi solusi berkelanjutan bagi persoalan air di Bungus Teluk Kabung. Lebih dari itu, kehadirannya menjadi simbol harapan baru, bahwa dari aliran air yang terbangun, kesejahteraan masyarakat pun perlahan dapat tumbuh dan mengalir.
(Rajo Alam/red)
