![]() |
| Perbincangan hangat Kepala UPTD PPD bersama wartawan di Kantor Samsat Padang. |
Padang, MP----- Di lantai dua Kantor UPTD PPD (Samsat Padang), kawasan GOR Haji Agus Salim, suasana siang itu terasa hangat. Bukan sekadar percakapan formal, melainkan dialog terbuka tentang tanggung jawab, target, dan pelayanan publik. Di ruang kerjanya, Selasa (28/4), Kepala UPTD PPD Samsat Padang, Defrizal, S.IP., M.AP, berbicara lugas kepada wartawan—tentang bagaimana pajak daerah bukan sekadar angka, melainkan denyut pembangunan.
“Setiap langkah yang kami ambil selalu berpijak pada satu hal: bagaimana target pajak bisa tercapai secara optimal, namun tetap mengedepankan pelayanan kepada masyarakat,” ujar Defrizal, menegaskan arah kepemimpinannya.
Bagi Defrizal, capaian target bukan hanya soal memenuhi kewajiban administratif. Lebih dari itu, ia memandang pajak sebagai kontribusi nyata masyarakat untuk pembangunan Sumatera Barat. Karena itu, pendekatan yang dibangun di Samsat Padang tidak semata berbasis angka, tetapi juga kepercayaan publik.
Ia menyadari, kesadaran masyarakat dalam membayar pajak tidak lahir begitu saja. Diperlukan pelayanan yang ramah, sistem yang transparan, dan komunikasi yang membumi. “Kami ingin masyarakat merasa dilayani, bukan dibebani. Dari situ kepercayaan tumbuh, dan kepatuhan akan mengikuti,” tuturnya.
Menapaki Karier dari Bawah
Perjalanan Defrizal di lingkungan Pemerintah Provinsi Sumatera Barat terbilang bertahap, namun konsisten. Ia memulai karier sebagai aparatur sipil negara (ASN) pada 2017 di Badan Pengelolaan Keuangan dan Aset Daerah (BPKAD) Sumbar. Di sana, ia membangun fondasi pemahaman tentang tata kelola keuangan daerah.
Empat tahun berselang, ia dipercaya bertugas di Samsat Bukittinggi sebagai Kepala Tata Usaha (KTU). Pengalaman di kota wisata itu memperkaya perspektifnya, terutama dalam menghadapi dinamika pelayanan pajak di daerah dengan mobilitas tinggi.
Tahun 2024, ia kembali berpindah tugas ke Samsat Padang, masih sebagai KTU. Di titik ini, Defrizal mulai memahami lebih dalam kompleksitas pelayanan di ibu kota provinsi, dengan volume wajib pajak yang jauh lebih besar dan tantangan pelayanan yang lebih beragam.
Hingga akhirnya pada 2026, kepercayaan itu datang. Ia diamanahkan memimpin UPTD PPD Samsat Padang.
Memimpin dengan Pendekatan Humanis
Sebagai pimpinan, Defrizal tidak ingin hanya hadir di balik meja. Ia menekankan pentingnya membangun budaya kerja yang responsif dan humanis di lingkungan kerjanya.
Menurutnya, pelayanan publik yang baik dimulai dari internal yang solid. Karena itu, ia mendorong timnya untuk tidak sekadar bekerja sesuai prosedur, tetapi juga memahami kebutuhan masyarakat secara lebih luas.
“Kami terus berbenah, baik dari sisi pelayanan maupun internal. Karena pada akhirnya, keberhasilan kami diukur dari kepuasan masyarakat dan tercapainya target pendapatan daerah,” katanya.
Di tengah tuntutan capaian target, Defrizal tetap percaya bahwa pendekatan manusiawi adalah kunci. Baginya, pajak bukan sekadar kewajiban warga, melainkan bentuk gotong royong modern, yang membutuhkan kepercayaan sebagai fondasi utama.
Dan dari ruang kerjanya di Samsat Padang, ia terus menjaga keseimbangan itu: antara target dan pelayanan, antara angka dan rasa.
(Rajo.A/MT/red)
