-->

Notification

×

Iklan

Iklan Display

DPRD Sumbar Soroti Proyek Nindya Karya, Minta Pelaksanaan Sesuai Standar Teknis

Kamis, 02 April 2026 | April 02, 2026 WIB | 0 Views Last Updated 2026-04-02T03:51:25Z
Wakil Ketua DPRD Sumbar,
Evi Yandri Rajo Budiman, SP.

Padang, MP----- Pelaksanaan proyek normalisasi sungai di sejumlah titik rawan banjir di Kota Padang, seperti Batu Busuk dan Lubuk Minturun, menuai perhatian serius dari DPRD Sumatera Barat. Proyek yang dikerjakan oleh PT Nindya Karya tersebut didorong agar dilaksanakan sesuai spesifikasi teknis dan ketentuan yang berlaku.

Sorotan ini mencuat seiring adanya laporan masyarakat dan temuan awal di lapangan yang mengindikasikan dugaan ketidaksesuaian pada beberapa aspek pekerjaan, termasuk kualitas konstruksi beronjong. Meski demikian, hingga kini informasi tersebut masih memerlukan verifikasi lebih lanjut oleh pihak berwenang.

Wakil Ketua I DPRD Sumatera Barat, Evi Yandri Rajo Budiman, menegaskan pentingnya menjaga kualitas pekerjaan, mengingat proyek tersebut memiliki fungsi strategis dalam mitigasi risiko banjir pascabencana hidrometeorologi yang melanda wilayah tersebut pada akhir 2025 lalu.

“Proyek ini berkaitan langsung dengan keselamatan masyarakat. Karena itu, pelaksanaannya harus benar - benar mengacu pada spesifikasi teknis yang telah ditetapkan,” ujarnya kepada wartawan, diruang kerjan lantai 2 Kantor DPRD Provinsi Sumatera Barat, Selasa (31/3).

Ia menekankan bahwa pekerjaan beronjong yang saat ini masih berada dalam tahap penanganan darurat tetap harus mengedepankan prinsip kehati - hatian dan standar mutu tinggi, terutama pada titik - titik yang berdekatan dengan permukiman warga dan fasilitas umum.

DPRD juga meminta Balai Wilayah Sungai Sumatera V Padang untuk melakukan pengecekan menyeluruh terhadap pekerjaan di lapangan. Langkah ini dinilai penting guna memastikan seluruh proses berjalan sesuai ketentuan serta menindaklanjuti laporan yang berkembang di tengah masyarakat.

“Perlu ada verifikasi lapangan yang komprehensif. Jika ditemukan ketidaksesuaian, tentu harus segera dilakukan perbaikan sesuai prosedur,” tambahnya.

Lebih lanjut, ia mengingatkan bahwa sebagai perusahaan BUMN, PT Nindya Karya diharapkan mampu menjaga standar profesionalitas dan kualitas pekerjaan, sehingga dapat menjadi rujukan praktik konstruksi yang baik.

Menanggapi hal tersebut, pihak PT Nindya Karya melalui Direktur Operasi I, Fatchurrohman, menyatakan akan menindaklanjuti setiap masukan yang disampaikan.

“Kami mengapresiasi informasi yang masuk dan akan melakukan pengecekan melalui tim di lapangan. Apabila terdapat hal - hal yang perlu disempurnakan, akan kami koordinasikan sesuai mekanisme yang ada,” ujarnya, Rabu (1/4).

Sementara itu, proyek rehabilitasi dan rekonstruksi secara menyeluruh untuk kawasan terdampak disebut masih dalam proses pengajuan ke pemerintah pusat. Adapun pekerjaan yang tengah berjalan saat ini merupakan bagian dari penanganan darurat guna mengurangi potensi risiko lanjutan.

Hingga berita ini disusun, pihak Balai Wilayah Sungai Sumatera V Padang belum memberikan keterangan resmi lanjutan. Di tengah situasi tersebut, masyarakat berharap adanya keterbukaan informasi serta pengawasan berkelanjutan, agar proyek pengendalian banjir dapat berjalan optimal dan memberikan manfaat nyata bagi warga.

(Red/Rj)

×
Berita Terbaru Update