-->

Notification

×

Iklan

Iklan Display

Jalan Rusak dan Debu Batu Bara di Bungus Belum Tertangani

Jumat, 10 April 2026 | April 10, 2026 WIB | 0 Views Last Updated 2026-04-10T04:11:43Z
Jalan rusak dan tergenang air di Bungus Teluk Kabung Tengah dikeluhkan warga karena mengganggu aktivitas dan membahayakan pengguna jalan.

Padang, MP----- Kerusakan jalan disertai debu pekat akibat lalu lintas truk pengangkut batu bara di Bungus Teluk Kabung Tengah, Kota Padang, terus menjadi keluhan warga. Meski persoalan ini telah dibahas dalam forum resmi lintas instansi sejak September 2025, hingga kini realisasi penanganan di lapangan dinilai belum optimal.

Ruas jalan dari Simpang Pisang menuju kawasan PLTU Teluk Sirih disebut warga mengalami penurunan kualitas signifikan. Aspal yang retak, permukaan bergelombang, hingga debu yang beterbangan saat kendaraan berat melintas menjadi pemandangan sehari-hari.

Keluhan tersebut sebelumnya telah disampaikan masyarakat kepada Direktorat Lalu Lintas Polda Sumatera Barat. Menindaklanjuti laporan itu, pada 26 September 2025 digelar pertemuan di Padang yang melibatkan berbagai pihak, termasuk perwakilan PT SAE sebagai pemasok batu bara, Koperasi Anak Nagari Teluk Kabung (KANTEKA), Dinas Pekerjaan Umum, Dinas Perhubungan, tokoh adat, serta perwakilan warga.

Salah satu warga, Boby Ramansyah Putra, menyebut pertemuan tersebut sempat memberi harapan adanya solusi konkret.

“Waktu itu harapan warga jelas, jalan segera diperbaiki dan ada perhatian terhadap dampak debu,” ujarnya saat ditemui tim MP, Kamis (9/4/2026).

Dalam rapat tersebut, disepakati akan dilakukan pengecekan lapangan bersama oleh instansi terkait, termasuk aparat penegak hukum, sebagai dasar pengambilan langkah lanjutan. Namun, hingga awal April 2026, warga menilai belum ada perubahan signifikan di lokasi.

Selain kerusakan jalan, persoalan debu menjadi perhatian serius. Warga Kampung Lolo mengaku terdampak langsung oleh aktivitas angkutan batu bara, yang dinilai mengganggu kenyamanan dan berpotensi berdampak pada kesehatan.

Warga juga berharap adanya langkah mitigasi yang jelas, termasuk kemungkinan kompensasi atas dampak yang ditimbulkan. Meski demikian, hingga kini belum ada kepastian mengenai hal tersebut.

Sementara itu, Lurah Teluk Kabung Tengah, Febri Yeni, menegaskan bahwa pihaknya telah meneruskan keluhan masyarakat melalui jalur administratif.

“Aspirasi warga sudah kami sampaikan ke pihak kecamatan dan instansi terkait untuk ditindaklanjuti,” ujarnya.

Di sisi lain, pihak PT SAE yang sebelumnya hadir dalam forum pertemuan belum memberikan keterangan resmi terbaru terkait tindak lanjut atas persoalan ini. Upaya konfirmasi masih terus dilakukan guna memperoleh penjelasan yang berimbang.

Situasi ini mencerminkan tantangan dalam pengelolaan infrastruktur yang bersinggungan dengan aktivitas industri. Di satu sisi, distribusi energi menjadi kebutuhan penting, namun di sisi lain dampak terhadap lingkungan dan masyarakat sekitar tidak dapat diabaikan.

Hingga kini, warga Bungus Teluk Kabung Tengah masih menunggu realisasi nyata dari komitmen yang pernah dibahas bersama. Jalan yang rusak dan debu yang terus beterbangan menjadi pengingat bahwa persoalan ini belum sepenuhnya terselesaikan.

(Red/Rj)

×
Berita Terbaru Update