![]() |
| Kasetum TNI Brigjen TNI Adek Chandra Kurniawan saat membuka Rakornisset TNI TA 2026 di Depok. |
Depok, MP----- Kepala Sekretariat Umum (Kasetum) TNI, Brigjen TNI Adek Chandra Kurniawan, S.I.P., M.Han., secara resmi membuka Rapat Koordinasi Teknis Kesekretariatan (Rakornisset) TNI Tahun Anggaran 2026 di Kinasih Resort, Depok, Jawa Barat, Selasa (7/4/2026). Forum strategis ini menjadi momentum konsolidasi untuk mendorong inovasi, efisiensi, dan modernisasi sistem kesekretariatan di lingkungan TNI.
Mengusung tema “Setum TNI Siap Mewujudkan Kesekretariatan TNI yang Prima untuk Indonesia Maju dan Berdaulat”, kegiatan ini menegaskan posisi kesekretariatan sebagai elemen vital dalam mendukung kelancaran tugas pokok TNI di seluruh lini organisasi.
Dalam sambutannya, Kasetum TNI menekankan bahwa kesekretariatan bukan sekadar fungsi administratif, melainkan tulang punggung pelayanan organisasi yang menentukan efektivitas pengambilan keputusan dan pelaksanaan kebijakan. Karena itu, pembenahan sistem kerja yang tertib, efektif, efisien, dan adaptif terhadap perkembangan teknologi menjadi kebutuhan mendesak.
“Kesekretariatan harus mampu bergerak cepat, tepat, dan akurat. Dibutuhkan pembinaan sistem yang terintegrasi serta pengendalian yang modern agar setiap proses administrasi mendukung kinerja organisasi secara optimal,” tegasnya.
Lebih lanjut, Brigjen TNI Adek Chandra Kurniawan mendorong peningkatan kualitas sumber daya manusia sebagai kunci transformasi kesekretariatan. Ia menekankan pentingnya keseimbangan antara penguatan soft skill dan hard skill bagi seluruh personel.
Penguatan soft skill, menurutnya, harus berlandaskan nilai - nilai Saptamarga, Sumpah Prajurit, dan Delapan Wajib TNI guna membentuk karakter, integritas, dan jiwa patriotisme sebagai Tentara Rakyat, Tentara Pejuang, Tentara Nasional, sekaligus Tentara Profesional. Sementara itu, peningkatan hard skill diarahkan pada kemampuan adaptasi terhadap kemajuan ilmu pengetahuan dan teknologi, termasuk penguasaan sistem digital dan perangkat lunak pendukung kesekretariatan.
Ia juga mengajak seluruh peserta Rakornisset untuk menjadikan forum ini sebagai ruang strategis bertukar gagasan, memperkuat koordinasi teknis, serta merumuskan solusi konkret atas berbagai kendala di lapangan.
“Rakornisset ini harus menghasilkan langkah nyata, bukan sekadar forum seremonial. Sinergi, inovasi, dan efisiensi harus menjadi output utama demi mendukung tugas pokok TNI secara menyeluruh,” ujarnya.
Melalui Rakornisset TNI TA 2026, diharapkan terbangun kesekretariatan yang semakin profesional, responsif, dan berdaya saing, sehingga mampu memberikan kontribusi nyata dalam mendukung kinerja TNI dan pembangunan nasional menuju Indonesia yang maju dan berdaulat.
(puspen/red)
