-->

Notification

×

Iklan

Iklan Display

Proyek Air Bersih Rp 284 Miliar Siap Dongkrak Layanan di Padang

Rabu, 29 April 2026 | April 29, 2026 WIB | 0 Views Last Updated 2026-04-29T11:16:23Z
Zigo Rolanda meninjau lokasi rencana pembangunan SPAM di Palukahan, Koto Tangah.

Padang, MP----- Banjir besar yang melanda Kota Padang pada akhir 2025 tak hanya menyisakan kerusakan, tetapi juga memicu percepatan pembenahan infrastruktur dasar. Salah satunya, proyek strategis penyediaan air bersih yang kini memasuki tahap krusial dan diproyeksikan segera berjalan.

Wali Kota Padang Fadly Amran berdialog dengan jajaran terkait percepatan proyek air bersih.

Kepastian tersebut mengemuka saat Anggota DPR RI Komisi V, Zigo Rolanda, meninjau kawasan Palukahan dan TPST Air Dingin, Senin (27/4/2026). Kunjungan itu difokuskan pada percepatan proyek nasional terkait air minum dan pengelolaan sampah pascabencana.

Di Palukahan, Kecamatan Koto Tangah, pemerintah merancang pembangunan Sistem Penyediaan Air Minum (SPAM) baru yang akan meningkatkan kapasitas suplai air bersih secara signifikan. Dari sebelumnya 300 liter per detik, kapasitas akan melonjak menjadi 500 liter per detik.

Menurut Zigo, proyek ini telah memasuki tahap lelang dan ditargetkan mulai terkontrak pada Mei mendatang. “Total anggaran sebesar Rp284 miliar untuk dua tahun. Pekerjaan mencakup pembangunan Instalasi Pengolahan Air (IPA) 4x50 liter per detik, jaringan pipa distribusi, reservoar, hingga perbaikan intake melalui Balai Wilayah Sungai Sumatera,” ujarnya.

Ia menegaskan, proyek tersebut merupakan bagian dari program rehabilitasi pascabencana yang digagas pemerintah pusat, khususnya untuk memperbaiki kualitas layanan air sekaligus mendukung pengendalian banjir di aliran Batang Kuranji hingga Batang Lubuk Laweh.

Wali Kota Padang, Fadly Amran, menyambut positif percepatan tersebut. Ia mengakui, layanan air bersih di kota itu sempat terganggu akibat kerusakan infrastruktur saat banjir.

“Ini jawaban atas keluhan masyarakat. Kami berharap pembangunan SPAM ini segera terealisasi setelah proses lelang selesai,” kata Fadly.

Ia juga mendorong agar proyek SPAM di kawasan Universitas Andalas dapat dipercepat guna memperluas jangkauan layanan air bersih dalam beberapa tahun ke depan.

Tak hanya air bersih, kunjungan tersebut turut menyoroti persoalan pengelolaan sampah di TPST Air Dingin. Pemerintah berencana melelang proyek Refuse Derived Fuel (RDF) pada Mei 2026 sebagai bagian dari sistem pengolahan sampah terpadu berbasis energi.

Dengan dua proyek strategis ini, SPAM dan RDF, Padang diharapkan mampu bangkit dari dampak bencana, sekaligus memperkuat fondasi layanan dasar bagi masyarakat ke depan.

(Pdg/red)

×
Berita Terbaru Update