![]() |
| Kasau Marsekal TNI M. Tonny Harjono membuka puncak Semarak Dirgantara 2026. |
Kendari, MP----- Di tengah semarak peringatan hari jadi ke-62 Provinsi Sulawesi Tenggara, TNI Angkatan Udara menghadirkan wajah lain dari kekuatan dirgantara: pengabdian sosial yang menyentuh langsung kehidupan masyarakat. Melalui gelaran Semarak Dirgantara 2026, yang dipusatkan di Lapangan Tugu Persatuan MTQ, Kendari, Senin (27/04/2026), institusi pertahanan udara ini menegaskan bahwa langit bukan sekadar ruang kedaulatan, tetapi juga jembatan kemanusiaan.
Acara ini dihadiri Panglima Korpasgat Marsdya TNI Deny Muis bersama Ketua PIA Ardhya Garini Gabungan Korpasgat Ny. Dewi Deny Muis, dan dibuka langsung oleh Kepala Staf Angkatan Udara Marsekal TNI M. Tonny Harjono. Kehadiran para pimpinan tersebut menegaskan pentingnya kegiatan ini sebagai bagian dari strategi pendekatan humanis TNI AU kepada masyarakat.
Lebih dari sekadar seremoni, Semarak Dirgantara 2026 menjelma menjadi panggung kolaborasi lintas sektor. TNI AU menggandeng berbagai pihak, mulai dari Kementerian Sosial RI hingga sektor swasta, untuk menghadirkan layanan nyata bagi warga. Di Sentra Meohai, bantuan alat kesehatan seperti kursi roda, tongkat kruk, dan alat bantu dengar disalurkan kepada masyarakat yang membutuhkan, sebuah langkah kecil dengan dampak besar bagi kualitas hidup penerimanya.
Sementara itu, intervensi medis juga menjadi sorotan utama. Operasi katarak, operasi bibir sumbing, hingga khitanan massal digelar secara gratis. Di RS Oputa Yi Koo, kolaborasi dengan organisasi internasional seperti Smile Train dan Asia Muslim Charity Foundation memperkuat layanan operasi bibir sumbing, menghadirkan harapan baru bagi pasien dan keluarga mereka.
Dalam sambutannya, Kasau menegaskan bahwa TNI AU tidak semata berfungsi sebagai penjaga ruang udara nasional. “Kekuatan TNI berasal dari rakyat. Karena itu, kehadiran kami harus memberikan manfaat nyata bagi masyarakat luas,” ujarnya. Pernyataan ini meneguhkan arah kebijakan TNI AU yang kian menekankan peran sosial sebagai bagian integral dari tugas pertahanan.
Tak hanya menyasar aspek kesehatan, kegiatan ini juga menyentuh sektor pendidikan. TNI AU memberikan pembekalan wawasan kebangsaan kepada pelajar di Kendari, menanamkan nilai bela negara sekaligus membuka cakrawala generasi muda terhadap peluang pengabdian di dunia militer.
Semarak Dirgantara 2026 menjadi refleksi bahwa kekuatan militer modern tidak hanya diukur dari kecanggihan alutsista, tetapi juga dari kemampuannya menjalin kedekatan dengan rakyat. Di Kendari, TNI AU membuktikan bahwa pengabdian bisa hadir dalam berbagai bentuk, dari langit hingga denyut kehidupan masyarakat di darat.
(puspen/red)
